Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Produsen fatty acid methyl ester atau FAME akan menjadi salah satu target utama pemasaran metanol BEC. Perusahaan juga telah memperoleh sejumlah pernyataan minat melalui penandatanganan letter of intent atau LOI dengan calon pembeli.
“Jadi yang (pabrik2) CPO-CPO penghasil FAME-FAME itu yang akan jadi target utamanya. Kita sudah signing ada beberapa apa... LOI, kan ini masih sangat-sangat early kalau kita mau offtaker agreement langsung kan? Jadi LOI dulu, yang orang beberapa perusahaan bilang dia berminat akan offtake, tapi mereka jelas menunggu dulu perkembangan projek ini. Ini kan masih awal groundbreaking aja belum kan? Nah, jadi mereka setelah ini mencapai nanti di titik tertentu baru akan masuk offtaker agreement. Tapi targetnya seperti tadi, kita targetnya adalah domestik market, sisanya baru kita ekspor,” tutupnya.
Adapun PT BEC merupakan perusahaan patungan dari anak usaha Bumi Resources yakni PT Arutmin Indonesia dan PT Kaltim Prima Coal yang dibentuk pada 2023. Komposisi kepemilikan sahamnya terbagi sama besar, yakni 50 persen dimiliki PT Arutmin Indonesia dan 50 persen dimiliki PT Kaltim Prima Coal.
Pembentukan perusahaan tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 dan Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2021. Regulasi itu memungkinkan perusahaan yang memiliki kewajiban hilirisasi untuk bekerja sama dengan ketentuan pemegang saham tetap mempertahankan kepemilikan langsung paling sedikit 25 persen pada perusahaan pelaksana proyek.
Pada 2023, PT Bumi Etam Chemical juga telah ditetapkan sebagai salah satu proyek strategis nasional berdasarkan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 8 Tahun 2023.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: