Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pontianak Diselimuti Asap, Jarak Pandang di Bawah 1 Km

Pontianak Diselimuti Asap, Jarak Pandang di Bawah 1 Km Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menekan jarak pandang di Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Ketapang hingga di bawah satu kilometer. Kualitas udara di Kalimantan Barat secara umum berada pada kategori tidak sehat.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton SP Panjaitan mengatakan kondisi itu terjadi seiring meluasnya kebakaran di provinsi tersebut. Luas indikatif lahan terbakar mencapai 38.310 hektare per 19 Agustus 2026, tertinggi di antara enam provinsi prioritas penanganan karhutla.

BNPB mengimbau warga membatasi aktivitas di ruang terbuka.

"Imbauan kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Jika harus beraktivitas di luar ruangan hendaknya memakai masker," kata Berton dalam konferensi pers daring, Minggu (23/8/2026).

Sumber api masih terus bermunculan. Pemantauan satelit selama 24 jam mendeteksi 2.774 titik panas di Kalimantan Barat, terdiri atas 273 titik berkepercayaan tinggi, 2.420 kepercayaan menengah, dan 81 kepercayaan rendah. Jumlah titik berkepercayaan tinggi meningkat dibanding hari sebelumnya, meski Berton menyebut data itu masih perlu dikonfirmasi lewat peninjauan lapangan.

Hujan berpotensi turun dalam sepekan ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan intensitas ringan di sebagian Kalimantan Barat pada 23-29 Agustus 2026. Namun pada periode yang sama, potensi kemudahan terjadinya kebakaran tetap tinggi.

Baca Juga: 92 Ribu Lebih Mengungsi, BNPB Akui Kebutuhan Dasar Korban Gempa NTT Belum Sepenuhnya Terpenuhi

Baca Juga: Hari ke 8, BNPB Catat 53.971 Rumah Rusak Akibat Gempa M7,7 Flores

Baca Juga: Mensesneg Bantah Haji Isam Jadi Koordinator Penanganan Karhutla

Pemerintah mengerahkan 10.010 personel Satuan Tugas (Satgas) Darat di provinsi itu, melibatkan unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan swasta. Dari udara, 11 unit armada dioperasikan, termasuk lima helikopter water bombing.

Teknologi modifikasi cuaca (TMC) dijalankan pada 22-23 Agustus menyusul terdeteksinya potensi pertumbuhan awan hujan. Berton menegaskan pemadaman tetap bertumpu pada operasi darat.

"Heli water bombing bukan merupakan operasi utama, hanya merupakan pendukung operasi darat," ujarnya.

Selain imbauan memakai masker, BNPB meminta warga tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membakar sampah, dan memastikan bara puntung rokok benar-benar padam sebelum dibuang.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dian Ihsan