Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kejagung Tetapkan Toba Pulp Lestari Tersangka Korupsi Transfer Pricing! Kerugian Negara Rp2 Triliun

Kejagung Tetapkan Toba Pulp Lestari Tersangka Korupsi Transfer Pricing! Kerugian Negara Rp2 Triliun Kredit Foto: Ist

Siapa Pemilik Toba Pulp Lestari?

PT Toba Pulp Lestari sebelumnya bernama PT Inti Indorayon Utama. Perusahaan tersebut pertama kali melantai di Bursa Efek Indonesia pada 18 Juni 1990.

Dalam prospektus penawaran umum perdana saham (IPO), Sukanto Tanoto tercatat menggenggam 27,7% saham Indorayon. Sementara itu, Polar Yanto Tanoto tercatat memiliki 6,5% saham sebelum IPO.

Dalam prospektus tersebut, Sukanto Tanoto tercatat sebagai komisaris utama dan Yanto sebagai direktur. Indorayon juga disebut sebagai bagian dari Raja Garuda Mas, yang kini dikenal sebagai Royal Golden Eagle.

Adapun berdasarkan data per 31 Maret 2026, kepemilikan mayoritas saham TPL berada di tangan Allied Hill Limited, perusahaan yang beralamat di Hong Kong. Allied Hill tercatat memiliki 1.285.265.467 saham atau sekitar 92,54% saham TPL. Penerima manfaat akhir (ultimate beneficial owner) disebut Joseph Utomo.

Sebelumnya, pada awal 2026, mayoritas saham TPL tercatat dimiliki Pinnacle Company Pte. Ltd. asal Singapura dengan penerima manfaat akhir yang sama.

Sementara itu, sebelum Joseph Utomo, nama Sim Sze Kuan sempat tercatat sebagai penerima manfaat akhir TPL pada November 2022. Pada periode tersebut, Pinnacle juga tercatat sebagai pemegang saham mayoritas TPL dengan kode emiten INRU.

Halaman:

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri