Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bahlil Resmikan Proyek Gas JNE#6 dan MAHA, Pasokan Ditargetkan Bertambah 290 MMSCFD

Bahlil Resmikan Proyek Gas JNE#6 dan MAHA, Pasokan Ditargetkan Bertambah 290 MMSCFD Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan

Di luar pengembangan South Hub, perusahaan juga menyiapkan proyek Kutei North Hub dengan membangun fasilitas produksi, penyimpanan, dan pembongkaran terapung atau Floating Production, Storage and Offloading (FPSO) baru. Menurut Mirko, fasilitas tersebut dirancang memiliki kapasitas pemrosesan gas 1.000 MMSCFD, kapasitas pemrosesan kondensat 80.000 barel per hari, dan kapasitas penyimpanan 1,4 juta barel.

“FPSO ini merupakan salah satu fasilitas terbesar yang sedang dikembangkan di dunia. Kami menargetkan proyek Kutei North Hub mulai beroperasi pada kuartal IV 2028,” ujarnya.

Mirko menambahkan, struktur atas fasilitas atau topside dengan bobot sekitar 40.000 ton sedang dibuat di Batam dan Karimun sebelum diintegrasikan dengan lambung FPSO di galangan Karimun.

Selain Kutei North Hub, perusahaan tengah mengajukan rencana pengembangan atau Plan of Development (POD) untuk Lapangan Geng Gajah, yang ditemukan pada April 2026 dengan estimasi volume gas lebih dari 6 triliun kaki kubik atau TCF.

“Penemuan ini kembali menunjukkan komitmen kami untuk mendukung ambisi pemerintah Indonesia dalam mencapai ketahanan energi. Dengan desain yang sama seperti FPSO Kutei North Hub, kami juga akan membangun FPSO untuk proyek Geng Gajah Hub yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2029,” kata Mirko.

Fasilitas Geng Gajah dirancang memiliki kapasitas pemrosesan gas 1.000 MMSCFD, kapasitas pemrosesan kondensat 80.000 barel per hari, dan kapasitas penyimpanan 1,4 juta barel.

Untuk mendukung pengembangan lapangan berikutnya, Mirko mengatakan perusahaan juga menjalankan program eksplorasi, termasuk pengeboran sumur Jangkrik North-East Upside-1 di Wilayah Kerja West Ganal. Kegiatan tersebut dilengkapi survei seismik 3D dan 4D yang dilakukan bersama mitra DNI dengan cakupan sekitar 12.000 kilometer persegi.

“Survei seismik ini mencakup wilayah yang luas dan seluruh blok kami. Dengan cakupan sekitar 12.000 kilometer persegi, ini merupakan survei seismik terbesar yang pernah dilakukan oleh sebuah perusahaan di Indonesia,” ujarnya.

Menurut Mirko, kegiatan eksplorasi tersebut akan membantu perusahaan mengevaluasi potensi sumber daya migas yang masih tersedia di Cekungan Kutai, setelah penemuan Lapangan Geng North dan Geng Gajah dalam tiga tahun terakhir.

Melalui rangkaian eksplorasi dan pengembangan lapangan tersebut, perusahaan menargetkan peningkatan produksi gas dan kondensat hingga 2029.

“Melalui upaya eksplorasi yang berkelanjutan, rangkaian proyek yang sedang kami siapkan, percepatan pengembangan, dan investasi bernilai miliaran dolar, kami menargetkan produksi gas sebesar 3 miliar kaki kubik per hari dan kondensat sebesar 140.000 barel per hari pada 2029,” tutup Mirko.

Halaman:

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra