Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Kabar Sawit
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kasus Gonggongan Anjing Dilimpahkan ke Barsekrim, Refly Harun Soroti Tajam Rekam Jejak Menag Yaqut

        Kasus Gonggongan Anjing Dilimpahkan ke Barsekrim, Refly Harun Soroti Tajam Rekam Jejak Menag Yaqut Kredit Foto: Twitter/Yaqut Cholil Qoumas
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Polemik kebijakan penggunaan pengeras suara tempat ibadah khususnya Masjid yang dilakukan oleh Kementerian Agama masih terus bergulir sampai saat ini.

        Hal ini makin diperparah saat ucapan Menteri Agama yakni Yaqut Cholil Qoumas dianggap menyamakan suara azan yang “bersahut-sahutan” dengan suara gonggongan anjing. Mulai dari situ gelombang suara menolak terus digaungkan mulai lewat demonstrasi bahkan berujung laporan ke polisi.

        Terkait kasus pelaporan Menag Yaqut ini, proses hukumnya masuk babak baru. Hal ini karena kasusnya dilimpahkan ke Barsekrim.

        Hal ini dinyatakan oleh advokat Eggi Sudjana yang mengatakan bahwa laporan terkait dugaan penistaan agama terhadap Menag Yaqut Cholil Qoumas di Polda Riau telah dilimpahkan ke Bareskrim Polri.

        Baca Juga: Duarrr… Diceramahin Ade Armando, Pendeta Saifuddin Langsung Meledak-ledak: Potong Tangan Saya!

        "Pemberitahuan bahwa laporan klien kami akan dilimpahkan untuk ditindak lanjuti oleh Bareskrim Mabes Polri," kata Eggi kepada wartawan, dikutip dari laman CNNIndonesia Rabu (23/3/22).

        Terkait kasus ini, ahli hukum tata negara Refly Harun memberikan komentarnya.

        Refly menyoroti sosok Menag Yaqut sendiri yang menurutnya tidak mewakili sebagain kelompok umat islam.

        “Kenapa hal ini bisa terjadi? Karena Yaqut Cholil Qoumas tidak dipandang mewakili sebagian dari kelompk Islam di Indonesia ini,” ucap Refly dalam video di akun Youtubenya dikutip Rabu (23/3/22).

        Refly pun menyebut nama Presiden Jokowi yang mana menurutnya mengangkat Yaqut menjadi Menag lebih kepada unsur politis saja.

        “Jadi dari awal memang presiden Jokowi mengambill Menteri Agama yang sebearnya lebih besar muatan atau nuansa politiknya, agak kontoversial,” tambahnya.

        Atas dasar itu, menurut Refly, menjadi sebuah konsekuensi apabila sosok Menag Yaqut terus-terusan diberikan catatan bahkan tentangan.

        Hal ini lanjut Refly juga risiko ketika mengangkat seseorang yang tidak menyejukkan dan tidak bisa mengakomodir beberapa kelompok, Refly pun menyebut beberapa kelompok yang dimaksud.

        “Sehingga tentu saja karena kontroversial, apapun yang dilakukan menteri ini akan senantiasa menjadi catatan bahkan tentangan kelompok yang selama ini bersebrangan… sebut saja 212, GNPF Ulama, FPI.

        Baca Juga: Anies Baswedan Emang Paling Jago Bikin Pembencinya Kelojotan! Pendeta Jason: Pantas Sebagai Pemimpin

        Yaqut sendiri sebelum menjadi Menag diketahui aktif di Ansor atau Banser NU. Dirinya memang kerap kali memosisikan sebagai di pihak pemerintah dengan narasi pembelaan.

        Diskusinya di beberapa media pun menunjukkan hal itu, yang cukup terkenal adalah debatnya dengan Musisi Ahmad Dhani yang notabene adalah oposisi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Bayu Muhardianto
        Editor: Bayu Muhardianto

        Bagikan Artikel: