Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        CFX Nilai Harga Aset Kripto Lebih Stabil Meski Tertekan Perang AS-Iran

        CFX Nilai Harga Aset Kripto Lebih Stabil Meski Tertekan Perang AS-Iran Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Bursa aset kripto di Indonesia, PT Central Finansial X (CFX) angkat bicara terkait dampak agresi militer AS – Israel versus Iran yang berpotensi memicu tekanan terhadap pasar keuangan global termasuk aset kripto.

        Berdasarkan data terbaru Coinmarketcap, harga bitcoin pada (4/3/2026)tercatat bergerak dalam kisaran US$68.000. Meski hari ini (5/3/2026), harga bitcoin naik tajam dan hampir menyentuh level US$74.000, namun itu masih jauh lebih tinggi dibandingkan pada akhir tahun 2025 yang berada di level US$89.000.

        Direktur Utama CFX, Subani saat ditemui di Jakarta, Rabu (4/3/2026), mengakui perang AS – Israel terhadap Iran memang cukup berdampak pada harga aset kripto seperti bitcoin dan lain – lain.

        “Bagaimana dengan akan adanya perang yang terjadi? Ya, pastinya itu akan juga memberikan dampak. Waktu kalau kita lihat yang perang awal terjadi itu memang ada terjadi koreksi lagi tuh harga pada kripto cukup dalam. Tapi dengan cepat juga ada recovery-nya. Dan sekarang sudah lebih agak stabil dibandingkan waktu koreksi yang sebelumnya,” ujarnya.

        Baca Juga: OJK Catat Nilai Transaksi Aset Kripto Turun 10,53% Meski Jumlah Investor Naik

        “Jadi, kadang-kadang kalau di kripto ini tidak bisa diprediksi dengan secara cepat atau secara tepat. Memang memberikan dampak ya, namun yang kita juga lihat recovery-nya juga atas dampak yang terjadi perang itu cukup cepat juga,” tambah Subani.

        Selain itu, lanjutnya, harga aset kripto khususnya bitcoin saat ini juga dipengaruhi oleh siklus 4 tahunan di mana tren harga bitcoin memiliki pola yang berulang dalam kurun waktu empat tahunan.

        “Dan apakah itu juga berhubungan dengan siklus 4 tahunan yang ada di kripto? Memang iya. Namun kalau kita lihat, terjadinya koreksi harga di kripto itu perdagangan transaksi volume tidak sedalam koreksinya bila dibandingkan dengan koreksinya harga. Jadi, relatif yang bertransaksi untuk kripto masih lebih stabil dibanding volatilitas dari harga kripto itu,” ucapnya.

        Baca Juga: Pasar Global Libur, Kripto Jadi Sasaran Trader Lindungi Aset di Tengah Perang AS-Iran

        Meski begitu, Subani tetap optimis harga kripto ke depan akan kembali berjaya dan tetap diminati para investor. Apalagi saat ini ada produk derivatif yang bisa memberikan lindung nilai bagi aset kripto itu sendiri.

        “Ya, kami tetap akan terus optimis kalau secara overall, karena memang dengan adanya produk derivatif, walaupun nanti yang di pasar spotnya itu berdampak negatif turun volume trading, itulah gunanya produk derivatif itu menjadi lindungi nilai. Dia bisa hedging atas produk spot yang mengalami koreksi harganya. Jadi kalau di derivatif kan tetap bisa melindungi nilai yang turun dari aset kriptonya,” tutupnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Fajar Sulaiman
        Editor: Fajar Sulaiman

        Bagikan Artikel: