Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Momen Haru Nadiem Makarim Dapat Pelukan dan Dukungan dari Ojol! Dituntut 18 Tahun Penjara Buntut Kasus Chromebook

        Momen Haru Nadiem Makarim Dapat Pelukan dan Dukungan dari Ojol! Dituntut 18 Tahun Penjara Buntut Kasus Chromebook Kredit Foto: WE
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Suasana haru menyelimuti ruang sidang ketika Nadiem Makarim mendapat pelukan hangat dari para pengemudi ojek online generasi pertama yang hadir langsung di persidangan. Dukungan itu menjadi momen paling menyentuh di tengah beratnya tuntutan hukum yang dihadapi mantan Mendikbudristek tersebut.

        Para pengemudi yang disebut sebagai “ojol generasi pertama” itu datang memberikan dukungan moral, menunjukkan bahwa hubungan emosional dengan Nadiem masih kuat sejak awal berdirinya Gojek. Pelukan yang mereka berikan tak hanya sekadar simbol, tetapi juga bentuk solidaritas di tengah situasi sulit yang kini dihadapi pendiri Gojek itu.

        Momen tersebut terjadi usai sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook dalam program digitalisasi pendidikan di Kemendikbudristek. Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (13/5/2026), Jaksa Penuntut Umum menuntut Nadiem dengan hukuman berat.

        Ia dituntut 18 tahun penjara serta denda Rp1 miliar subsider 190 hari kurungan. Selain itu, jaksa juga menuntut pembayaran uang pengganti dengan nilai fantastis, yakni mencapai total Rp5,6 triliun.

        Rinciannya meliputi Rp809 miliar serta Rp4,8 triliun yang disebut berasal dari aliran dana terkait kasus tersebut. Jaksa menegaskan, apabila tidak dibayarkan dalam waktu satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap, harta benda Nadiem dapat disita dan dilelang.

        Jika hasil penyitaan tidak mencukupi, hukuman tambahan berupa pidana penjara selama 9 tahun akan diberlakukan. Besarnya tuntutan tersebut membuat persidangan menjadi sorotan publik, tidak hanya karena nilai kerugian negara, tetapi juga sosok Nadiem yang dikenal luas sebagai tokoh startup.

        Di tengah tekanan hukum tersebut, kehadiran para ojol generasi pertama justru menghadirkan sisi lain yang jarang terlihat. Mereka bukan sekadar penonton, melainkan bagian dari perjalanan panjang yang pernah dibangun bersama Nadiem.

        Pelukan dan dukungan yang diberikan menjadi kontras dengan situasi di ruang sidang yang penuh ketegangan. Di satu sisi, jaksa membacakan tuntutan berat, sementara di sisi lain, dukungan emosional terus mengalir dari mereka yang merasa memiliki kedekatan sejarah dengannya.

        Tak hanya dari para ojol, Nadiem juga terlihat mendapat dukungan dari sang istri, Franka Makarim, yang turut memeluknya usai persidangan. Momen tersebut semakin memperkuat nuansa emosional di tengah proses hukum yang masih berjalan.

        Kasus ini sendiri masih akan berlanjut ke tahap berikutnya sebelum majelis hakim menjatuhkan putusan akhir. Namun satu hal yang mencuri perhatian publik hari itu bukan hanya angka tuntutan triliunan rupiah, melainkan pelukan hangat yang menjadi simbol dukungan di saat paling sulit.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: