Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Puteri Indonesia Siap Kampanyekan PP TUNAS, Dukung Perlindungan Anak di Ruang Digital

        Puteri Indonesia Siap Kampanyekan PP TUNAS, Dukung Perlindungan Anak di Ruang Digital Kredit Foto: Komdigi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Yayasan Puteri Indonesia bersama jajaran Puteri Indonesia 2026 menyatakan dukungannya terhadap Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS) dan siap mengampanyekan pentingnya keamanan anak di internet.

        Dalam pertemuan tersebut, para Puteri Indonesia menyatakan kesiapan untuk turut mengampanyekan pentingnya keamanan anak di internet dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai risiko yang dihadapi anak-anak di ruang digital.

        Menkomdigi Meutya Hafid mengatakan perlindungan anak di ruang digital perlu dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan berbagai risiko yang dihadapi anak saat mengakses internet. Menurutnya, ancaman tidak hanya datang dari konten yang tidak sesuai usia, tetapi juga dari risiko kontak dengan orang asing serta kecanduan penggunaan platform digital.

        “Perlindungan anak di ruang digital harus melihat profil risiko yang dihadapi anak, mulai dari risiko kontak, risiko konten, hingga risiko kecanduan. Karena itu PP TUNAS mengatur langkah perlindungan yang proporsional sesuai tingkat risiko platform,” ujar Meutya dalam pertemuan dengan Yayasan Puteri Indonesia beserta Putri Indonesia 2026, di Jakarta, Kamis (4/6/2026).

        Ia menjelaskan ancaman yang dihadapi anak tidak hanya berasal dari konten yang tidak sesuai usia, tetapi juga dari interaksi dengan orang asing di platform digital serta penggunaan internet yang berlebihan. Sebagai contoh, Meutya menyebut platform gim Roblox telah menyesuaikan layanannya di Indonesia dengan menonaktifkan fitur kontak bagi pengguna berusia di bawah 16 tahun.

        Menurut Meutya, isu perlindungan anak di ruang digital menjadi semakin mendesak seiring tingginya penggunaan internet di Indonesia. Saat ini jumlah pengguna internet nasional mencapai sekitar 229 juta orang dengan rata-rata waktu penggunaan internet lebih dari tujuh jam per hari.

        “Perlindungan anak adalah isu universal. Ketika Indonesia berbicara tentang masa depan digital, maka keselamatan anak harus menjadi bagian penting dari percakapan global,” katanya.

        Dukungan terhadap PP TUNAS juga disampaikan Puteri Indonesia 2026 Agnes Aditya Rahajeng. Ia menilai regulasi tersebut dapat menjadi langkah penting untuk melindungi anak dari berbagai ancaman di internet, seperti pornografi, pelecehan seksual, dan perundungan daring.

        “Anak di bawah umur rentan terhadap bahaya pornografi, pelecehan seksual, dan bullying di media sosial. Meskipun media sosial adalah sarana mencari informasi yang sangat powerful, di sinilah perlunya pengawasan dan perlindungan,” ujar Agnes.

        Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Puteri Indonesia Putri Kus Wisnu Wardani menilai perlindungan anak di ruang digital perlu mendapat perhatian serius karena perubahan pola tumbuh kembang anak yang kini semakin dekat dengan gawai.

        “Kami melihat anak-anak sekarang lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai. Berbeda dengan dulu yang lebih banyak bermain dan berkomunikasi secara langsung. Karena itu ini merupakan program yang pantas didukung oleh Yayasan Puteri Indonesia,” katanya.

        Komitmen tersebut akan diwujudkan melalui kegiatan edukasi langsung kepada pelajar. Puteri Pendidikan 2026 Gisella Agnes Silalahi mengaku berencana menyosialisasikan PP TUNAS ke sekolah-sekolah sekaligus mengangkat isu perlindungan anak di forum internasional.

        “Saya ingin ikut menyosialisasikan PP TUNAS ke sekolah-sekolah. Selain itu, saya juga akan menggaungkan isu perlindungan anak di forum internasional untuk menjadikan ini sebagai gerakan global,” ujarnya.

        Selain Agnes dan Gisella, pertemuan tersebut juga dihadiri Puteri Indonesia Lingkungan 2026 Victoria Titisari Koesasi Putri, Puteri Indonesia Pariwisata 2026 Karina Moudy Widodo, Puteri Indonesia Teknologi dan Inovasi 2026 Glorya Stevany Yame Nayoan, serta Puteri Indonesia Intelegensia II dan Influencer 2026 Athalla Hartiana Putri Hardian.

        Dukungan para finalis Puteri Indonesia itu menunjukkan bahwa upaya menciptakan ruang digital yang aman bagi anak tidak hanya menjadi agenda pemerintah, tetapi juga mendapat perhatian dari generasi muda yang memiliki pengaruh luas di masyarakat.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: