Marinir Pastikan Peserta SPPI yang Punya Riwayat Penyakit Tak Dipaksa Ikut Latihan Fisik, Hanya Ikuti Materi Kelas
Kredit Foto: Ist
Polemik pelaksanaan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi peserta Program Sarjana Penggerak Pembangun Indonesia (SPPI) calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) mendapat penjelasan dari Korps Marinir TNI AL yang memastikan peserta dengan riwayat penyakit tidak diwajibkan mengikuti latihan fisik.
Kebijakan tersebut diterapkan untuk menjaga keselamatan peserta sekaligus memastikan mereka tetap dapat mengikuti seluruh rangkaian pendidikan sesuai kondisi kesehatannya.
Komandan Batalyon Latihan SPPI KDKMP dan KNMP di Brigif 1 Marinir Cilandak, Letkol (Mar) Agus Mutaqin, menjelaskan bahwa peserta yang memiliki riwayat penyakit kronis dipisahkan sejak awal agar tidak menjalani aktivitas fisik berat.
"Yang memiliki riwayat kronis atau sakit berat kita pisahkan sampai dengan tingkat peleton dan kompi. Supaya kegiatan-kegiatan di lapangan yang berkaitan dengan fisik tidak kita ikutkan," kata Agus.
Menurut Agus, pemisahan tersebut dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan yang dijalani seluruh peserta sebelum memasuki program Latsarmil.
Data kesehatan itu kemudian menjadi acuan bagi para pelatih untuk menentukan bentuk kegiatan yang sesuai dengan kondisi masing-masing peserta.
Peserta yang memiliki riwayat penyakit tetap mengikuti pendidikan, namun difokuskan pada materi di dalam kelas sehingga tidak terbebani aktivitas fisik yang berpotensi membahayakan kesehatannya.
Sementara itu, peserta dengan kondisi kesehatan yang dinyatakan baik tetap menjalani rangkaian latihan lapangan, mulai dari apel pagi hingga latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB).
Marinir juga menyiapkan latihan menembak sebagai bagian dari pembentukan kemampuan dasar kemiliteran bagi para peserta.
"Termasuk nanti di minggu ketiga kita akan melatih menembak perorangan di lapangan yang sudah kita siapkan. Jadi mereka punya dasar-dasar militer yang sekiranya bisa buat bekal dalam menuju penugasan berikutnya," ujar Agus.
Ia menambahkan, seluruh proses pendidikan hingga saat ini berlangsung aman dan kondusif.
Baca Juga: Skandal Dapur Fiktif MBG, Andi Sinulingga Sentil Koperasi Desa
Agus berharap seluruh peserta dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik sehingga bekal disiplin, nasionalisme, dan kemampuan dasar yang diperoleh bisa diterapkan saat mengelola Koperasi Desa Merah Putih.
Sebanyak 674 peserta Latsarmil SPPI saat ini menjalani pendidikan selama satu setengah bulan di Markas Pasmar I Cilandak, Jakarta.
Mereka dibagi ke dalam empat kompi dan mengikuti berbagai materi yang dirancang untuk membentuk karakter disiplin, semangat kebangsaan, serta kesiapan menjalankan tugas sebagai pengelola koperasi di daerah.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama