Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bukan Markas Doang, Hasto Minta Kantor PDIP Jadi Rumah Rakyat Tertindas

        Bukan Markas Doang, Hasto Minta Kantor PDIP Jadi Rumah Rakyat Tertindas Kredit Foto: PDIP
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto kembali menegaskan fungsi kantor partai tidak boleh berhenti sebagai tempat konsolidasi politik.

        Di tengah pembangunan Kantor DPC PDIP Kabupaten Samosir, Hasto membawa pesan yang lebih jauh, yakni gedung partai harus benar-benar menjadi ruang bagi rakyat yang membutuhkan tempat mengadu dan memperoleh pembelaan.

        Menurut Hasto, kantor partai semestinya terbuka bagi masyarakat miskin, kelompok terpinggirkan, hingga warga yang merasa mengalami ketidakadilan hukum. Ia menekankan bahwa keberadaan kantor partai harus mencerminkan keberpihakan politik kepada masyarakat bawah.

        Baca Juga: Pakar: Gibran Tak Bisa Mundur sebagai Wapres Hanya Karena Polemik Ijazah

        "Di balik kantor yang kita bangun ini, tersembunyi suatu tekad yang sangat kuat: bagaimana kantor partai menjadi pusat pengorganisasian dan pembelaan rakyat. Makna kekuasaan yang sejati, kata Bung Karno, adalah berpihak pada rakyat Marhaen, rakyat yang tertindas," katanya saat groundbreaking pembangunan Kantor DPC PDIP Kabupaten Samosir, dikutip dari Antara, Rabu (19/8/2026).

        Hasto bahkan mengingatkan agar pembangunan kantor partai tidak justru menciptakan jarak dengan masyarakat. Kemegahan bangunan, menurutnya, tidak akan berarti apabila rakyat yang membutuhkan bantuan justru merasa asing ketika datang ke kantor partai.

        "Jangan sampai kantor partai megah tetapi berjarak dengan rakyat. Kantor ini harus menjadi tempat rakyat yang diperlakukan tidak adil datang dan menemukan perlindungan," ujar Hasto.

        Baca Juga: Megawati: Saya Loh yang Bikin BPJS untuk Rakyat Jelata, tapi Sekarang Mulai Diotak-atik

        Dalam pidatonya, Hasto juga menyampaikan salam sekaligus amanat dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Ia mengatakan Megawati memiliki perhatian khusus terhadap Samosir dan selalu menitipkan pesan mengenai posisi penting daerah tersebut dalam sejarah peradaban.

        "Setiap saya datang ke Samosir ini, Ibu Megawati selalu menitipkan pesan bahwa ini adalah bumi yang membentuk peradaban dunia. Karena itu, ketika kita membangun kantor DPC PDI Perjuangan ini, fungsinya bukan sekadar rumah untuk konsolidasi politik, rekrutmen, atau kaderisasi," ungkapnya.

        Karena itu, kantor DPC PDIP Samosir nantinya diharapkan tidak hanya menjadi pusat aktivitas internal partai. Hasto ingin gedung tersebut memiliki roh kebudayaan, terbuka terhadap ilmu pengetahuan, sekaligus menjadi ruang yang menunjukkan keberpihakan terhadap rakyat.

        Selain menjadi tempat pembelaan bagi masyarakat kecil, Hasto juga menempatkan kantor partai sebagai ruang pendidikan politik. Generasi muda dan anak-anak bangsa di Kabupaten Samosir diharapkan dapat memanfaatkannya untuk belajar, berdiskusi, membaca, serta mengembangkan gagasan mengenai masa depan daerah dan Indonesia.

        Menurut Hasto, kantor DPC PDIP harus menjadi pusat dialektika, literasi, sekaligus tempat menggembleng imajinasi politik generasi muda. Ia mengingatkan bahwa sejarah Indonesia menunjukkan pemimpin besar tidak selalu lahir dari lingkungan penuh kemewahan.

        Bung Karno dan Bung Hatta, kata Hasto, justru tumbuh dari pergulatan bersama rakyat dan bersentuhan langsung dengan persoalan kemiskinan serta ketidakadilan. Namun, kondisi tersebut tidak menghalangi mereka untuk terus menempa diri melalui buku dan diskusi.

        "Karena itu, kantor partai ini nantinya harus menjadi pusat pendidikan politik dan kawah candradimuka bagi generasi muda. Dari tanah Samosir yang kaya akan sejarah peradaban ini, kita berharap kelak akan lahir pemimpin-pemimpin besar bagi bangsa dan negara Indonesia melalui penggemblengan PDI Perjuangan," ucapnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: