Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Disrupsi Sektor Kesehatan, Miliarder Ini Jualan Obat dengan Harga Murah Gak Masuk Akal, Kok Bisa?

Disrupsi Sektor Kesehatan, Miliarder Ini Jualan Obat dengan Harga Murah Gak Masuk Akal, Kok Bisa? Kredit Foto: Reuters
Warta Ekonomi, Jakarta -

Awal tahun ini, pemilik Dallas Mavericks, Mark Cuban memutuskan untuk melakukan sesuatu tentang harga obat dan ingin mendisrupsi sektor perawatan kesehatan. Ini merupakan perubahan besar-besaran untuk mengganggu industri yang sudah mengakar kuat.

Cuban memutuskan untuk mengambil pendekatan bisnis yang sangat mendasar untuk mengganggu perawatan kesehatan dan harga obat dengan cara menyingkirkan perantara. Perusahaan yang dinamai "Mark Cuban Cost Plus Drug Company" ini memiliki tujuan yang sangat jelas dan pendekatan yang sangat sederhana.

Baca Juga: Dirumorkan Maju Presiden 2024, Mark Cuban Bantah Telak: Jadilah Berpengaruh Tanpa Menjadi Politisi

"Kami memulai Mark Cuban Cost Plus Drug Company karena setiap orang Amerika harus memiliki akses ke obat-obatan yang aman dan terjangkau. Jika Anda tidak memiliki asuransi atau memiliki rencana pengurangan yang tinggi, Anda tahu bahwa bahkan obat-obatan paling dasar pun dapat menghabiskan banyak uang," ujar situs perusahaan, mengutip The Street di Jakarta, Senin (4/4/22).

"Banyak orang menghabiskan banyak uang setiap bulan hanya untuk tetap sehat. Tidak ada orang Amerika yang harus menderita atau lebih buruk karena mereka tidak mampu membeli obat resep dasar," lanjut situs web tersebut.

Cuban ingin menawarkan obat murah, tetapi dia juga menginginkan transparansi sehingga pelanggan dapat melihat apa yang mereka bayar. Perusahaan memulai dengan melihat satu obat bernama Albendazole, obat yang digunakan untuk mengobati berbagai penyakit cacingan yang dapat menjadi masalah bagi populasi yang kurang beruntung.

"Biasanya obat yang diresepkan untuk cacing tambang, Albendazole, harganya bisa mencapai USD500 (Rp7,1 juta) per sajian sehingga membuat obat itu tidak terjangkau oleh banyak orang yang membutuhkan," ujar perusahaan.

Penulis: Fajria Anindya Utami
Editor: Fajria Anindya Utami

Tag Terkait:

Bagikan Artikel:

Video Pilihan