Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Terbukti Tembak Brigadir J Hingga 4 Kali Sampai Kena Organ Vital, Bharada E Divonis 1 Tahun 6 Bulan Penjara

Terbukti Tembak Brigadir J Hingga 4 Kali Sampai Kena Organ Vital, Bharada E Divonis 1 Tahun 6 Bulan Penjara Kredit Foto: Suara.com/Alfian Winanto
Warta Ekonomi, Jakarta -

Richard Eliezer atau Bharada E akhirnya dijatuhi vonis hukuman satu tahun enam bulan atau satu setengah tahun oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).

Hukuman ini didapatnya selaku terdakwa perkara pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. 

Vonis bagi mantan anak buah Ferdy Sambo itu dibacakan oleh majelis hakim yang dipimpin Wahyu Iman Santoso pada persidangan di PN Jaksel, Rabu (15/2). 

Baca Juga: Kamaruddin Simanjuntak: Harusnya Sambo Dapat Hukuman Mati, Putri Candrawathi Seumur Hidup, dan Bharada E di Bawah 5 Tahun Penjara!

Meski begitu, majelis hakim meyakini Bharada E terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan turut serta melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. 

Sebelumnya, berdasarkan hasil visum, Bharada E terbukti menembak Brigadir J dalam jarak dekat sebanyak empat kali. 

Tembakan pertama yang diterima Brigadir J dari Bharada E adalah luka tembak yang masuk pada dada sisi kanan yang masuk ke dalam rongga dada sampai menembus paru-paru hingga akhirnya bersarang pada sela iga ke dekapan kanan bagian belakang dengan menimbulkan sayatan pada bagian punggung. 

Yang kedua adalah luka tembak pada bahu kanan keluar pada lengan atas kanan. Kemudian, luka tembak masuk pada bibir sisi kiri yang menyebabkan patahnya tulang rahang bawah serta menembus sampai bagian leher sisi kanan. 

Dan yang keempat adalah luka tembak pada lengan bawah kiri bagian belakang yang menembus ke pergelangan tangan kiri dan menyebabkan kerusakan pada jari manis dan jari kelingking tangan kiri.


Baca Juga: Bahkan Putri Hanya 8 Tahun, Pengamat Kecewa Bharada E Dituntut 12 Tahun: Di Mana Makna Justice Collaboratornya?

Walau begitu vonis 1,5 tahun tetap dijatuhkan. Sebelumnya, JPU mengajukan tuntutan hukuman 12 tahun penjara kepada penembak Yosua Hutabarat itu.

"Mengadili, menyatakan terdakwa Richard Eliezer Pudihang Lumiu terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana turut serta melakukan pembunuhan berencana," kata Hakim Wahyu saat membacakan amar di persidangan. 

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Richard Eliezer Pudihang Lumiu dengan pidana penjara satu tahun dan enam bulan," ucap Wahyu. 

Sontak vonis itu membuat ruang sidang bergemuruh. Tim penasihat hukum Richard dan pengunjung sidang langsung bersorak. 

Adapun Richard yang dalam posisi berdiri langsung menunduk. Tamtama Polri itu menempelkan dua tangannya ke wajahnya. Majelis hakim dalam amarnya juga menyatakan hukuman untuk Richard dikurangi masa penahanan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Sabrina Mulia Rhamadanty

Advertisement

Bagikan Artikel: