Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Raih Pinjaman Asing Rp500 Juta, Kepala Bappenas Mulai Atasi Banjir di Gorontalo

Raih Pinjaman Asing Rp500 Juta, Kepala Bappenas Mulai Atasi Banjir di Gorontalo Kredit Foto: Bappenas
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri PPN/Kepala Bappenas tengah mengatasi permasalahan banjir di sejumlah daerah di Indonesia, melalui proyek National Urban Flood Resilience Project yang didanai dari pinjaman Rp500 juta dari luar negeri.

Ada pun terkait pinjaman ini diketahui dari pernyataan Suharso beberapa waktu lalu dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI dengan agenda pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Kementerian PPN/Bappenas dalam RUU APBN 2024 di Gedung DPR RI.

"Banjir merupakan salah satu bencana alam yang cukup sering terjadi di Indonesia termasuk di Kota Gorontalo," kata Suharso, dalam kunjungan kerjanya beberapa waktu lalu, dikutip Senin (2/10/2023).

Baca Juga: Sarjana RI Banyak Jadi Pengangguran, Begini Strategi Kepala Bappenas

Lebih lanjut, Suharso menyampaikan, berdasarkan catatan Kementerian PPN/ Bappenas terdapat sejumlah tantangan yang menyebabkan banjir di kota ini sebagai berikut.

Pertama, drainase Kota Gorontalo tidak tersistem dengan ideal. Kedua, bangunan-bangunan pengendali banjir di Kota Gorontalo dan sekitarnya sudah banyak terbangun, namun sampai saat ini belum efektif dalam menanggulangi dampak banjir dan genangan air di Kota Gorontalo.

Ketiga, sering meluapnya 3 buah sungai (Sungai Bone, Sungai Tamalate, Sungai Bolango) yang melintas di wilayah kota Gorontalo dan masih banyak spot-spot tempat masuknya air yang belum tertangani, bahkan belum teridentifikasi sama sekali.

Keempat, tingkat sedimentasi yang masuk ke Sungai dan Danau Limboto yang mengarah ke Kota Gorontalo sangat tinggi dan belum bisa teratasi secara baik.

Kelima, kepadatan penduduk disepanjang sungai yang terdampak langsung dari kejadian banjir. Serta, keenam, belum ada nya suatu system terkait pemberitahuan awal terhadap kemungkinan terjadinya banjir.

"Memastikan seluruh warga dapat menikmati infrastruktur kota yang nyaman adalah tanggung jawab kita semua. Mari bekerja bersama-sama mewujudkan kota yang aman dan nyaman serta bebas banjir," tutupnya.

Baca Juga: Bappenas Ungkap SDM Indonesia Peringkat Ke-96 dari 174 Negara, Masih Jauh dari Negara Maju?

Baca Juga: Untuk B100, Pengusaha Sawit: Minimal Butuh Pasokan CPO 36 Juta Ton Per Tahun

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Alfida Rizky Febrianna
Editor: Amry Nur Hidayat

Advertisement

Bagikan Artikel: