Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Tether Rencanakan Ekspansi ke Penambangan Bitcoin dengan Investasi Rp7,7 Triliun

Tether Rencanakan Ekspansi ke Penambangan Bitcoin dengan Investasi Rp7,7 Triliun Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
Warta Ekonomi, Jakarta -

Perusahaan mata uang kripto bernilai stabil atau stablecoin Tether, belakangan ini merencanakan ekspansi besar-besaran ke Bitcoin (BTC) menurut Paolo Ardoino, yang diperkirakan akan segera memimpin perusahaan tersebut sebagai CEO. 

Dilansir dari laman Cointelegraph pada Jumat (17/11/2023), Tether dapat menghabiskan sekitar US$500 juta (Rp7,7 triliun) dalam 6 bulan ke depan untuk pembangunan fasilitas penambangan dan investasi di penambang lain, kata Ardoino kepada Bloomberg dalam sebuah wawancara. 

Menurut pernyataan Ardoino, Tether akan membangun fasilitas penambangan di Uruguay, Paraguay, dan El Salvador seiring dengan pertumbuhan daya komputasinya menjadi 1% dari jaringan penambangan BTC. Situs-situs baru tersebut akan memiliki kapasitas antara 40 dan 70 megawatt (MW), lanjutnya.

Baca Juga: Tether Terbitkan Pembiayaan Utang Rp9,6 Triliun pada Penambang asal Jerman

Investasi penambangan termasuk bagian dari fasilitas pembiayaan utang senilai US$610 juta (Rp9,4 triliun) yang diberikan kepada penambang Jerman, Northern Data Group, diumumkan Tether pada awal bulan November 2023.

Pinjaman ini sejalan dengan pola peningkatan pinjaman yang dilakukan Tether tahun ini, yang telah melakukan investasi strategis di Northern Data Group pada September untuk mendukung inisiatif kecerdasan buatan (AI).

Ardoino melanjutkan, Tether berharap untuk meningkatkan operasi penambangan langsungnya menjadi 120 MW pada akhir tahun ini dan mencapai hingga 450 MW pada akhir tahun 2025. Perusahaan ini juga sedang mempertimbangkan fasilitas 300 MW dan menyiapkan fasilitasnya di dalam kontainer yang dapat dipindahkan ketika harga listrik berubah. 

"Pertambangan bagi kami adalah sesuatu yang harus kami pelajari dan kembangkan dari waktu ke waktu. Kami tidak terburu-buru untuk menjadi penambang terbesar di dunia,” jelas Ardoino dalam wawancara Bloomberg yang dikutip dari laman Cointelegraph pada Jumat (17/11/2023). 

Baca Juga: Stablecoin Tether Tunjuk Paolo Ardoino sebagai CEO Baru

Ardoino akan menjadi CEO Tether pada bulan Desember dan akan mempertahankan posisinya sebagai Chief Technical Officer perusahaan induk Bitfinex, menurut rencana yang diumumkan pada bulan Oktober lalu. 

Sayangnya, Tether tidak menanggapi pertanyaan dari Cointelegraph pada saat publikasi artikel ini. 

Baca Juga: Industri Perkebunan Berpegang Teguh Pada Konsep Bisnis Berkelanjutan

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Nadia Khadijah Putri
Editor: Amry Nur Hidayat

Advertisement

Bagikan Artikel: