Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Jurus BI Hadapi Pelemahan Rupiah, Penukaran Uang Jelang Idulfitri, dan Tantangan Inovasi

Jurus BI Hadapi Pelemahan Rupiah, Penukaran Uang Jelang Idulfitri, dan Tantangan Inovasi Kredit Foto: Mochamad Ali Topan

“Saat ini kita masih banyak mengimpor barang konsumsi. Saat impor naik, kebutuhan valas juga meningkat dan berdampak pada nilai tukar kita,” katanya.

Guna menekan permasalahan itu, lanjut Rifki, BI terus mendorong perubahan pola konsumsi pada masyarakat dengan meningkatkan penggunaan produk dalam negeri dan mencintai produk sendiri.

"Menurut kami, langkah tersebut dinilai mampu menekan kebutuhan valuta asing, mengurangi ketergantungan impor, dan memperkuat fondasi ekonomi kita nantinya," tambahnya.

BI Terus Berinovasi Lewat QRIS

BI dan Kementerian Perhubungan resmi meluncurkan QRIS Tanpa Pindai (QRIS TAP) yang merupakan inovasi dalam sistem pembayaran digital. QRIS TAP memberikan alternatif cara pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung layanan publik dan transaksi ritel secara digital. Dengan QRIS TAP, transaksi dilakukan cukup dengan mendekatkan smartphone.

Ekonom Senior Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Willy Togi, mengatakan, pihaknya (BI) berkomitmen untuk terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam rangka memperluas akseptasi QRIS TAP serta pengembangan inovasi sistem pembayaran secara berkelanjutan, yang sejalan dengan arah navigasi BSPI 2030.

"Pengguna tidak dikenakan biaya transaksi menggunakan QRIS TAP. Biaya dikenakan kepada merchant berupa Merchant Discount Rate (MDR) yang ditetapkan untuk kategori Badan Layanan Umum (BLU) dan Public Service Obligation (PSO) sebesar 0%. Sementara merchant kategori lain dikenakan MDR QRIS sesuai skema yang berlaku," ujarnya.

Baca Juga: Dorong Digitalisasi UMKM, iFortepay Hadirkan QRIS Tanpa Buka Rekening

Lebih lanjut, Willy mengungkapkan bahwa saat aplikasi QRIS diluncurkan, sudah digunakan oleh 1,6 juta pengguna. Seiring perkembangan waktu, jumlahnya mengalami kenaikan menjadi 43 juta pengguna di tahun 2025 dengan total transaksi mencapai 15,51 miliar. Ini membuktikan QRIS menjadi indikator kuat transformasi sistem pembayaran nasional.

"Tahun ini QRIS akan menargetkan 17 miliar transaksi, 60 juta pengguna, 45 juta merchant, dan ekspansi ke delapan negara, yakni Malaysia, Thailand, Singapura, dan Jepang, akan berlanjut ke China, Korea, India, dan juga dengan Arab Saudi," kata Willy.

"Untuk mengakselerasi target tersebut, BI menyiapkan berbagai program, termasuk QRIS Jelajah Indonesia yang terbukti meningkatkan volume transaksi secara signifikan," pungkasnya.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Mochamad Ali Topan
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: