'Tercium Bermain Kecil Saja, Buang!' Kepala BGN Tegaskan Nol Toleransi di Program MBG
Kredit Foto: BPMI
"Sebelum saya bergabung dengan Presiden Prabowo, saya hanya diberi pesan dua, dan saya kira ini relevan untuk semua pelaksana MBG, yang membantu saya itu adalah Pak Presiden. Saya hanya menitipkan dua hal. Satu, merah putih di dada. Dua, tidak boleh korupsi," ujar Dadan.
Pesan tersebut menegaskan pentingnya loyalitas terhadap kepentingan bangsa dan integritas dalam menjalankan tugas. Ia mengingatkan bahwa kewenangan di tingkat daerah harus digunakan secara bertanggung jawab.
"Jadi, mohon anda semua, karena menjadi Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) memiliki kewenangan di daerah, jangan gunakan kewenangan itu untuk mengambil keuntungan sesaat, kita harus berpikir jangka panjang," tuturnya.
Ia menekankan bahwa penyalahgunaan wewenang, sekecil apa pun, dapat merusak tujuan besar program. Oleh karena itu, pencegahan dini menjadi langkah utama agar potensi pelanggaran tidak berkembang.
BGN juga memperkuat sistem monitoring dan evaluasi internal guna memastikan standar operasional dipatuhi. Mekanisme pelaporan dibuka untuk menampung aduan jika ditemukan indikasi pelanggaran.
Baca Juga: Anggaran MBG Capai Rp135 Triliun, Kepala BGN Ungkap SPPG Dapat Rp1 Miliar Per Bulan
Langkah ini diambil untuk menjaga kepercayaan publik terhadap program MBG. Pemerintah menempatkan integritas sebagai fondasi agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat.
Kombinasi pengawasan ketat dan penegasan nilai dasar anti korupsi, pelaksanaan MBG diarahkan tetap berada pada jalur yang telah ditetapkan.
Pesan tegas tersebut menjadi pengingat bahwa setiap bentuk penyimpangan akan langsung ditindak tanpa toleransi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat