Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dirjen Minerba: RKAB Batu Bara 2026 yang Disetujui Mendekati 300 Juta Ton

Dirjen Minerba: RKAB Batu Bara 2026 yang Disetujui Mendekati 300 Juta Ton Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan

"Eks PKP2B ada (sudah disetujui RKAB), tapi ada juga yang belum," ujarnya.

Persetujuan RKAB menjadi penting, karena masa relaksasi produksi batu bara sebesar 25% dari rencana produksi yang diajukan akan berakhir pada 31 Maret 2026.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyatakan, pemerintah berencana menurunkan target produksi batu bara nasional pada 2026 menjadi sekitar 600 juta ton, lebih rendah dibandingkan realisasi produksi tahun 2025 yang mencapai 790 juta ton.

Menurut Bahlil, langkah tersebut diambil untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan batu bara di pasar global, yang dalam beberapa bulan terakhir mengalami tekanan harga.

"Batu bara yang diperdagangkan di global itu kurang lebih sekitar 1,3 miliar ton."

"Nah, dari 1,3 miliar ton itu, Indonesia menyuplai 514 juta ton atau setara kurang lebih sekitar 43%."

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus