Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dirjen Minerba: RKAB Batu Bara 2026 yang Disetujui Mendekati 300 Juta Ton

Dirjen Minerba: RKAB Batu Bara 2026 yang Disetujui Mendekati 300 Juta Ton Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan

"Akibatnya apa? Supply and demand itu tidak terjaga. Akhirnya harga batu bara turun," tutur Bahlil dalam konferensi pers di Jakarta.

Ia menambahkan, pengurangan produksi juga bertujuan menjaga keberlanjutan sumber daya alam nasional.

"Kita akan melakukan revisi RKAB."

"Jadi produksi kita akan turunkan."

"Supaya harga bagus dan tambang ini juga kita harus wariskan kepada anak cucu kita."

"Jadi jangan cara berpikir kita mengelola sumber di alam itu seolah-olah harus selesai semua sekarang. Kurang lebih jadi 600 jutaan ton," paparnya.

Baca Juga: Ternyata Ini Alasan Bahlil Ngotot Enggak Mau Revisi Kuota RKAB

Pada 2025, produksi batu bara Indonesia tercatat mencapai 790 juta ton.

Dari jumlah tersebut, sekitar 514 juta ton atau 65,1% diekspor, sementara 254 juta ton atau sekitar 32% diserap pasar domestik, dan sekitar 22 juta ton disimpan sebagai cadangan stok. (*)

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus