- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Topang Kas Negara dan Daerah, Inalum Setor Pajak Rp1,09 Triliun Sepanjang 2025
Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Sementara, indikator profitabilitas lainnya juga menunjukkan tren penguatan, di mana Return On Asset terdongkrak ke level 6% dan Return On Equity mencapai 7%.
Melati menegaskan, stabilitas finansial perseroan menjadi jangkar utama dalam mendukung kedaulatan ekonomi nasional.
"Hilirisasi bauksit dan aluminium merupakan agenda strategis nasional untuk memperkuat kemandirian sektor industri Indonesia, dan ini merupakan salah satu program dari Bapak Presiden," terangnya.
Melalui rantai pasok yang terintegrasi, Inalum optimis dapat terus menekan ketergantungan impor, sekaligus meningkatkan daya saing industri aluminium domestik di kancah global.
Baca Juga: Kejar Target 1 Juta Ton Aluminium, Dirut Inalum Ungkap Sederet Kebutuhan Strategis Perusahaan
"Kami yakin percepatan pembangunan smelter dan refinery ini bisa menjadikan upaya untuk menekan ketergantungan impor."
"Kemudian juga meningkatkan daya saing nasional, serta membangun rantai pasok aluminium yang terintegrasi dari hulu sampai hilir, yang memberikan pertumbuhan ekonomi bagi Indonesia," cetus Melati. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait:
Advertisement