Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Menanggapi hal tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mempertanyakan dasar data dan proyeksi yang digunakan.
Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemenaker Indah Anggoro Putri, mengatakan seharusnya terdapat bukti dan proyeksi yang jelas jika bicara ancaman PHK dalam 2–3 bulan ke depan.
“Itu mau PHK itu datanya dari mana? Hasil proyeksinya dari mana? Karena kalau kita bicara 2-3 bulan lagi akan terjadi maka mana datanya? Proyeksinya mana?” ujar Indah di DPR RI, Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Baca Juga: Mendagri Dorong Pemda Berhemat dan Inovatif Agar PPPK Tak Jadi Korban PHK
Baca Juga: Jor-Joran di AI, Meta Bakal PHK 8.000 Karyawan dan Microsoft Tawarkan Pensiun Dini
Kemenaker menyatakan telah berdialog dengan mitra dan membuka kanal pengaduan sebagai langkah mitigasi dampak perang di Asia Barat yang memicu lonjakan harga bahan baku impor dan energi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri