- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Batu Bara jadi DME Segera Groundbreaking, INDEF Wanti-wanti Jangan Sampai BUMN Jadi Korban
Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Upaya Indonesia untuk melepaskan diri dari ketergantungan impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) memasuki babak baru. Proyek strategis hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, dijadwalkan akan segera memulai tahapan groundbreaking atau peletakan batu pertama. Langkah ini diambil sebagai strategi diversifikasi energi nasional guna menekan defisit neraca perdagangan akibat impor gas yang terus membengkak.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan urgensi dari proyek ini berkaca pada data konsumsi energi nasional. Saat ini, total konsumsi LPG nasional telah menyentuh angka 8,6 juta ton per tahun. Namun, kemampuan produksi domestik hanya mampu memenuhi 1,6 juta ton.
"Selebihnya kita impor kurang lebih sekitar 7 juta. Dan ini terjadi sejak konversi daripada minyak tanah ke elpiji," ujar Bahlil dalam keterangannya di Jakarta, Senin (28/4/2026).
Baca Juga: Pemerintah Pastikan Harga LPG 3 Kg Belum Pernah Naik Sejak 2006
Bahlil menegaskan bahwa pengembangan DME merupakan langkah alternatif yang krusial di tengah ketidakpastian global. Menurutnya, gejolak geopolitik di Timur Tengah memaksa setiap negara untuk berjibaku mengamankan pasokan komoditas energinya masing-masing, dan Indonesia tidak boleh terus bergantung pada pasar luar negeri.
Pelajaran dari Masa Lalu dan Peran Danantara
Meski menjanjikan, proyek DME bukan tanpa catatan merah. Proyek ini sempat terhenti setelah perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Air Products and Chemicals Inc., memutuskan mundur. Alasan utamanya adalah skala keekonomian proyek yang dianggap kurang menarik bagi investor pada saat itu.
Kini, proyek DME masuk dalam daftar 18 prioritas nasional dengan studi kelayakan (feasibility study/FS) yang telah diserahkan kepada Danantara. Nilai investasinya pun fantastis, mencapai USD 38,63 miliar atau setara dengan Rp618 triliun.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Fajar Sulaiman