Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Batu Bara jadi DME Segera Groundbreaking, INDEF Wanti-wanti Jangan Sampai BUMN Jadi Korban

Batu Bara jadi DME Segera Groundbreaking, INDEF Wanti-wanti Jangan Sampai BUMN Jadi Korban Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan

Peringatan Groundbreaking: Jangan Sekadar Seremonial

Terkait rencana peletakan batu pertama yang akan segera dilakukan, Andry memberikan peringatan keras agar pemerintah memastikan proyek ini sudah "matang" secara administratif maupun finansial. Ia berharap groundbreaking ini bukan sekadar mengejar momentum politik.

"Saya ingin menggarisbawahi terkait dengan groundbreaking-nya. Kalau boleh karena pertama menurut saya kita perlu berhati-hati dalam hal ini ya, perlu berhati-hati untuk berbicara mengenai ini bukan sekadar groundbreaking, bukan sekadar mencuri perhatian presiden," tegas Andry.

Ia mengingatkan kegagalan masa lalu agar tidak terulang kembali. Andry juga mengkhawatirkan ketidakjelasan skema offtaker dan studi kelayakan yang berpotensi membebani Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terlibat, dalam hal ini PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Pertamina (Persero).

"Jangan sampai ternyata belum clean and clear perhitungannya belum cukup jelas, offtaker-nya tidak tahu siapa yang penting ini diserahkan aja ke Pertamina, feasibility study-nya tidak tahu akan seperti apa mungkin cuma diserahkan kepada Bukit Asam dan juga Pertamina, tapi buru-buru dilakukan groundbreaking itu yang menurut saya jadinya bermasalah. Jadi itu yang perlu dipastikan ya harapannya memang mereka sudah memastikan itu ya," tuturnya.

Baca Juga: Bukit Asam Targetkan Produksi DME 1,4 Juta Ton

Oleh sebab itu,  INDEF mendesak pemerintah agar memiliki perhitungan yang transparan agar program kemandirian energi ini tidak justru mengorbankan kesehatan finansial BUMN.

"Jadi jangan sampai yang dikorbankan adalah cash flow daripada Bukit Asam dan juga Pertamina. Gitu karena di kondisi saat ini Pertamina saja itu sudah struggling untuk kompensasi, untuk kompensasi BBM saja ini jadi beban BUMN yang cukup besar ini jangan sampai menjadi karena program pemerintah," pungkas Andry.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Fajar Sulaiman