Kredit Foto: Sekretariat Kabinet
Katalisator Transformasi
Di sisi operasional, CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan P. Roeslani, melaporkan bahwa Tahap II ini merupakan kelanjutan dari momentum positif Tahap I yang telah diluncurkan pada Februari lalu.
Rosan menjelaskan, Danantara saat ini tengah mengoordinasikan integrasi proyek-proyek tersebut untuk memastikan efisiensi dan dampak ekonomi yang terukur.
“Setelah fase kedua ini, kami segera merencanakan fase ketiga yang saat ini mencakup 6 proyek hilirisasi. Jika dijumlahkan, secara total akan ada sedikitnya 30 proyek hilirisasi nasional yang berjalan secara simultan,” jelas Rosan.
Baca Juga: Menuju Lompatan Besar, Danantara Matangkan Roadmap 30 Proyek Hilirisasi Nasional
Ia menambahkan, proyek-proyek strategis ini diproyeksikan akan menyerap sekitar 600.000 tenaga kerja. Dari sisi makroekonomi, pembangunan fasilitas hilirisasi di sektor energi—seperti kilang gasoline di Cilacap dan Dumai—diperkirakan mampu menekan defisit neraca perdagangan dengan mengurangi impor BBM hingga US$1,25 miliar per tahun.
“Sesuai arahan Bapak Presiden, Danantara bukan hanya pengelola aset, tetapi menjadi katalisator transformasi ekonomi. Kami memastikan setiap proyek berjalan akuntabel dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kedaulatan industri nasional,” tutup Rosan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Fajar Sulaiman