Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Sekretaris Jenderal APNI Meidy Katrin Lengkey menjelaskan, dari 416 pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) nikel yang mengajukan total rencana produksi sebesar 440 juta ton, Kementerian ESDM hanya menyetujui volume pada kisaran 250-270 juta ton. Di sisi lain, kebutuhan atau demand bijih nikel domestik untuk industri hilirisasi pada 2026 diproyeksikan mencapai 380-400 juta ton.
"Kita sampaikan juga bahwa demand untuk 2026 itu kurang lebih 380-400 juta ton domestik. Dari 270 juta ton (yang disetujui), kalau demand-nya sampai 400 juta ton tentu luar biasa minusnya," jelas Meidy dalam sebuah diskusi bersama Apindo di Jakarta, Senin (2/3/2026).
Mengenai potensi pasokan dari Filipina, Meidy mencatat negara tersebut memiliki 37 IUP dengan kapasitas ekspor sekitar 50 juta ton bijih nikel. Namun, sebagian besar volume tersebut telah terikat kontrak dengan Tiongkok.
"Maksimalnya itu sekitar 50 juta ton, mereka sudah mendapatkan kontrak dari China yang tidak bisa diganggu gugat sekitar 28-30 juta ton. Jadi, yang bisa diekspor ke Indonesia hanya sekitar 23 juta ton, tidak tahu ada penambahan IUP di Filipina atau tidak, tapi sepertinya susah," tutup Meidy.
Sebetulnya, RI bisa dikatakan 'Raja Nikel' dunia. Berdasarkan data International Nickel Study Group (INSG), total produksi nikel dunia pada tahun 2024 tercatat sebesar 4,1 juta metrik ton (MT). Dari jumlah tersebut, Indonesia memproduksi sebanyak 2,2 juta metrik ton atau berkontribusi sekitar 53,6% terhadap pasokan nikel global.
Sementara itu, laporan USGS Mineral Commodity Summaries 2025 mencatat Indonesia sebagai pemilik cadangan nikel terbesar di dunia dengan volume 55 juta metrik ton. Besarnya angka produksi dan cadangan ini memposisikan Indonesia sebagai pemain utama yang memengaruhi pergerakan harga nikel di pasar internasional, termasuk di bursa London Metal Exchange (LME).
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: