Undisbursed Loan Rp2.527 T, OJK Ungkap Perbankan Masih Punya Amunisi Besar untuk Salurkan Kredit
Kredit Foto: Antara/Reno Esnir
Dian mengatakan pertumbuhan kredit ke depan tetap dipengaruhi perkembangan ekonomi domestik dan iklim investasi nasional.
“Sinergi antara pemerintah, regulator, dan seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat agar momentum pertumbuhan ekonomi tetap terjaga dan penyaluran kredit yang sehat serta produktif dapat terus berlangsung,” katanya.
OJK juga melihat prospek ekonomi domestik masih berada di zona optimistis. Hal itu tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Maret 2026 sebesar 122,89 dan PMI Manufaktur Indonesia di level 50,1.
Di tengah tekanan global, OJK memperketat pengawasan terhadap perbankan dan meminta industri memperkuat mitigasi risiko melalui pelaksanaan stress test.
Baca Juga: OJK Catat Kredit Perbankan Tembus Rp8.659 Triliun di Maret 2026, Naik 9,49%
Baca Juga: OJK Bongkar Penyebab Dana Asing Kabur, Semua Karena The Fed!
“Perbankan perlu melakukan identifikasi risiko secara dini dan menyiapkan langkah mitigasi yang tepat dan terukur,” ujar Dian.
Menurut OJK, posisi undisbursed loan diperkirakan akan menurun secara bertahap seiring meningkatnya optimisme dunia usaha dan penarikan kredit untuk ekspansi bisnis.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: