Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

DSI Bisa Jadi Senjata Baru RI Perkuat Devisa dan Stabilitas Rupiah

DSI Bisa Jadi Senjata Baru RI Perkuat Devisa dan Stabilitas Rupiah Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengamat Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) Eddy Jurnasin menilai pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) berpotensi memperkuat tata kelola sektor sumber daya alam (SDA) nasional, terutama dalam pengelolaan ekspor komoditas strategis, devisa hasil ekspor, serta transparansi arus keuangan negara.

Menurut Eddy, keberadaan DSI dapat menjadi instrumen strategis untuk meningkatkan efektivitas kebijakan ekspor sekaligus mempercepat koordinasi antarlembaga yang selama ini tersebar di berbagai kementerian dan institusi.

“Kehadiran DSI secara konseptual dan governance dapat bermanfaat besar. Selain governance dan cash flows menjadi lebih transparan dan efektif, arus informasi dan kebijakan juga dapat menjadi lebih cepat dan jelas,” ujar Eddy Jurnasin dalam keterangannya di Yogyakarta, dikutip Rabu (3/6/2026).

Penilaian tersebut muncul setelah pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam yang diumumkan Presiden Prabowo Subianto pada 20 Mei 2026. Melalui beleid tersebut, pemerintah menunjuk PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai BUMN pengekspor tunggal untuk sejumlah komoditas SDA strategis.

Tahap awal implementasi kebijakan akan mencakup tiga komoditas utama, yakni minyak kelapa sawit (CPO), batu bara, dan paduan besi (ferro alloys).

Presiden Prabowo sebelumnya menyatakan kebijakan tersebut bertujuan memperkuat pengawasan dan monitoring ekspor SDA nasional melalui satu pintu perdagangan.

“PP ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam Indonesia, serta bertujuan memperkuat pengawasan dan monitoring terhadap kegiatan ekspor. Hasil setiap penjualan ekspor akan diteruskan oleh BUMN kepada pelaku usaha pengelola kegiatan. Ini bisa dikatakan sebagai marketing facility,” ujar Prabowo.

Dari sisi ekonomi makro, Eddy menilai DSI berpotensi meningkatkan devisa hasil ekspor dan memperkuat posisi neraca perdagangan Indonesia. Menurutnya, tambahan devisa dari ekspor SDA dapat menjadi faktor pendukung penguatan cadangan devisa nasional yang pada akhirnya membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

“DSI tentu diharapkan dapat meningkatkan devisa hasil ekspor, dan DSI besar kemungkinan dapat menggenjot peningkatan balance of trade,” katanya.

Namun Eddy mengingatkan bahwa peningkatan ekspor belum tentu secara otomatis mengubah posisi transaksi berjalan (current account) Indonesia dari defisit menjadi surplus.

Baca Juga: DSI Pegang Kendali Ekspor, Mendag Tegaskan Eksportir Wajib Lapor

Baca Juga: DSI Berpotensi Hambat Transisi Energi, Harga Batu Bara Bakal Makin Murah

Ia menjelaskan bahwa defisit transaksi berjalan tidak hanya ditentukan oleh perdagangan barang, melainkan juga dipengaruhi komponen lain seperti primary incomesecondary income, dan berbagai pembayaran lintas negara.

“Apakah DSI dapat membalikkan posisi current account dari deficit ke surplus? Belum tentu, karena current account Indonesia yang deficit itu bersumber dari komponen-komponen lain selain balance of trade,” ujarnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri