DSI Bisa Jadi Senjata Baru RI Perkuat Devisa dan Stabilitas Rupiah
Kredit Foto: Istimewa
Berdasarkan data kuartal I-2026, Indonesia masih mencatat surplus neraca perdagangan sebesar US$3,32 miliar. Karena itu, menurut Eddy, tantangan terbesar bukan semata meningkatkan surplus perdagangan, melainkan memperbaiki struktur transaksi eksternal secara keseluruhan.
Selain manfaat ekonomi, Eddy menyoroti tantangan implementasi yang harus diselesaikan pemerintah. Menurutnya, selama ini berbagai kementerian telah memiliki lembaga dan fasilitas pendukung ekspor, seperti export centers dan free trade agreement centers.
Karena itu, pembentukan DSI perlu diikuti strategi integrasi kelembagaan agar tidak menimbulkan tumpang tindih fungsi maupun kebingungan bagi pelaku usaha.
“Apakah berbagai institusi tersebut akan di-merged ke dalam DSI? Maksudnya, perlu corporate strategy mengenai vertical integration agar tidak terjadi overlapping dan kebingungan bagi para pengusaha,” katanya.
Sementara itu, Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Patria Sjahrir mengatakan DSI yang mulai beroperasi sejak 1 Juni 2026 akan menjalankan tiga fungsi utama, yakni memperkuat transparansi dan sistem pelaporan perdagangan, mengoptimalkan pengelolaan devisa negara, serta melakukan konsolidasi data dan efisiensi tata kelola ekspor komoditas SDA strategis.
Baca Juga: Danantara Bakal Umumkan Jajaran Petinggi DSI Pekan Depan
Baca Juga: Bukan Sekadar BUMN Baru, DSI Dituntut Tutup Kebocoran Nilai Ekspor
Menurut Eddy, keberhasilan DSI pada akhirnya juga akan ditentukan oleh kemampuan pemerintah memperbaiki iklim investasi nasional. Ia menilai peningkatan investasi asing harus didukung kepastian hukum, perbaikan regulasi, kemudahan berusaha, serta stabilitas ekonomi dan politik.
“Formulasi ideal untuk meningkatkan investasi asing itu cukup straightforward: iklim investasi dibuat ciamik, kondisi ekonomi makro dan mikro diperbaiki, indeks Ease of Doing Business ditingkatkan, kepastian hukum dijaga, risiko legal dikurangi, serta stabilitas politik dan keamanan dipertahankan,” ujarnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: