Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Termasuk Pusat Komando, Iran Hancurkan Hanggar Jet Tempur F-35 Milik Amerika Serikat

Termasuk Pusat Komando, Iran Hancurkan Hanggar Jet Tempur F-35 Milik Amerika Serikat Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas setelah Teheran mengklaim telah melancarkan serangan balasan terhadap sejumlah fasilitas militer AS di Timur Tengah, termasuk markas yang disebut menjadi lokasi hanggar jet tempur siluman F-35.

Dikutip dari Telegram, Rabu (10/6), Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan telah menyerang 21 target militer Amerika di kawasan sebagai respons atas serangan terbaru Washington terhadap fasilitas pertahanan Iran.

Baca Juga: FIFA Dikangkangi Amerika, Supporter Iran Dibuat Tak Bisa Beli Tiket Piala Dunia 2026

Salah satu target yang paling disorot adalah Pangkalan Udara Al-Azraq di Yordania. Iran mengklaim berhasil menghantam empat sasaran penting di pangkalan tersebut, termasuk hanggar pesawat tempur F-35 dan pusat komando serta kendali militer Amerika Serikat.

Pernyataan IRGC menunjukkan bahwa operasi tersebut bukan sekadar serangan militer biasa, melainkan juga pesan politik yang ditujukan langsung kepada Washington.

Iran menyebut serangan itu sebagai balasan atas "agresi berkelanjutan" Amerika Serikat terhadap Republik Islam dan kepentingannya di kawasan.

Selain menyerang fasilitas militer, IRGC juga mengklaim berhasil menembak jatuh pesawat nirawak MQ-9 Reaper milik Amerika Serikat di wilayah Jom County sebelum melancarkan serangan rudal jarak jauh ke sejumlah target lainnya.

Menurut Iran, rudal berbahan bakar padat jarak jauh digunakan untuk menghancurkan fasilitas yang dianggap memiliki nilai strategis tinggi bagi operasi militer Amerika di Timur Tengah.

Serangan balasan tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah Amerika Serikat mengumumkan telah menyelesaikan operasi militer terhadap target-target Iran.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) sebelumnya menyatakan bahwa jet tempur Angkatan Udara dan Angkatan Laut AS menyerang sistem pertahanan udara, stasiun kendali darat, serta radar pengawasan Iran di sekitar Selat Hormuz.

Washington menyebut operasi itu sebagai respons proporsional atas insiden jatuhnya helikopter Apache milik Angkatan Darat AS yang menurut Presiden Donald Trump ditembak oleh Iran.

Trump sebelumnya menegaskan Amerika Serikat tidak akan membiarkan serangan terhadap aset militernya berlalu tanpa balasan.

Namun kini Iran menunjukkan bahwa mereka juga tidak berniat membiarkan serangan Amerika berlalu begitu saja.

Meski demikian, hingga kini pemerintah Amerika Serikat belum mengonfirmasi klaim Iran terkait kerusakan hanggar F-35 maupun serangan terhadap pangkalan Al-Azraq di Yordania. Klaim tersebut masih belum dapat diverifikasi secara independen.

Baca Juga: 'Anak-anak Ambil Foto Saja Dimarahi', Dadan Hindayana Disebut Penyebab Publik Sulit Ikut Awasi MBG

Terlepas dari itu, serangan balasan Iran menjadi sinyal bahwa gencatan senjata dan upaya diplomasi yang sempat muncul dalam beberapa pekan terakhir semakin terancam runtuh. Dengan kedua pihak kini saling melancarkan serangan langsung terhadap aset militer strategis, konflik Timur Tengah berisiko memasuki fase baru yang lebih berbahaya dan sulit dikendalikan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Tag Terkait: