Tabungan Orang kaya di Atas Rp5 miliar Tumbuh 21,45% pada Mei 2026
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat tabungan masyarakat pada seluruh kelompok nominal masih mencatatkan pertumbuhan positif hingga Mei 2026. Kelompok tabungan masyarakat di atas Rp5 miliar tumbuh 21,45% pada mei 2026.
Anggota Dewan Komisioner LPS Bidang Program Penjaminan Simpanan dan Resolusi Bank, Doddy Zulverdi, mengatakan pertumbuhan tabungan masyarakat di atas Rp5 miliar sedikit melambat dibandingkan posisi Desember 2025 yang mencapai 22,76%.
“Untuk yang di atas 5 miliar, pertumbuhannya memang masih tinggi, masih double digit, sampai dengan bulan Mei tumbuhnya 21,45%. Tapi kalau kita bandingkan dengan pertumbuhan di bulan Desember 2025, akhir 2025, yang tumbuh 22,76%, ini agak sedikit melambat,” kata Doddy dalam konferensi pers secara daring, dikutip Jumat (26/6/2026).
Selain itu, LPS mencatat tren yang semakin baik pada kelompok tabungan masyarakat di bawah Rp100 juta. Hingga Mei 2026, tabungan di bawah Rp100 juta tumbuh mencapai 4,95%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 3,43% pada akhir 2025.
“Sebenarnya trennya positif, ya membaik. Jadi pertama fenomenanya adalah secara pertumbuhan sebenarnya kalau dibandingkan dengan akhir tahun 2025 yang pertumbuhannya 3,43% untuk simpanan sampai dengan Rp100 juta ini, sampai dengan bulan Mei ini trennya membaik, pertumbuhannya sudah meningkat 4,95%,” jelas Doddy.
Dengan pertumbuhan positif tersebut, Doddy menepis adanya fenomana makan tabungan (mantab).
“Jadi fenomena tadi dibilang dikatakan dengan makan tabungan itu, ya itu kalau melihat angka-angka ini tidak sedemikian, karena kita melihat bahwa yang tumbuh, yang simpanan sampai dengan Rp100 juta ini masih tumbuh, positif, bahkan pertumbuhannya lebih baik daripada posisi akhir 2025,” tuturnya.
Baca Juga: LPS Target Implementasi Penjaminan Polis di Kuartal II 2027
Baca Juga: Tok! LPS Naikkan Tingkat Bunga Penjaminan Bank Umum Jadi 3,75%
Doddy menyampaikan, secara keseluruhan, total simpanan di perbankan hingga Mei 2026 tercatat tumbuh 13,4%. Menurut Doddy, pertumbuhan tersebut ditopang oleh seluruh kelompok nominal simpanan, mulai dari simpanan kecil hingga simpanan bernilai besar.
“Jadi tidak ada kelompok penyimpan yang terbalik, yang turun pertumbuhannya negatif. Jadi semuanya disupport oleh semua kelompok penabung. Jadi menurut saya itu sebuah fenomena yang positif, dan khusus tadi yang diterangkanyakan mengenai yang di bawah Rp100 juta yang sudah saya sampaikan, trennya membaik,” pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Cita Auliana
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: