Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Tuntut Prabowo Bubarkan 'Ormas Preman', Habib Rizieq: Jangan Biarkan Masuk ke Kampung, Ganggu Orang!

Tuntut Prabowo Bubarkan 'Ormas Preman', Habib Rizieq: Jangan Biarkan Masuk ke Kampung, Ganggu Orang! Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mantan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab memberikan pesan tegas untuk Presiden Prabowo Subianto. Ia menuntut pemerintah mengambil tindakan tegas terhadap organisasi masyarakat (ormas) yang dinilai melakukan tindakan meresahkan dan merugikan warga.

Menurut Rizieq, ormas semestinya hadir untuk memberikan manfaat dan membantu masyarakat, bukan justru menggunakan keberadaannya untuk melakukan tindakan yang merugikan warga. Ia pun menyerukan umat Islam bersatu menghadapi keberadaan kelompok yang dinilai bertindak di luar batas.

Baca Juga: Pakar: Prabowo-Gibran Hanya Bisa Disaingi oleh Anies-PDIP

"Organisasi preman jangan dibiarkan. Jangan dibiarkan mereka masuk ke kampung, mengganggu orang, malakin orang di pasar, saudara. Jangan," ujar Rizieq, dikutip Jumat (4/9/2026).

Ia menilai keberadaan organisasi kemasyarakatan harus dikembalikan kepada fungsi sosialnya. Karenanya, Rizieq meminta agar tindakan yang meresahkan masyarakat tidak dibiarkan hanya karena dilakukan oleh kelompok yang mengatasnamakan organisasi.

"Umat Islam harus bersatu. Ormas itu mesti manfaat buat masyarakat. Bukan ormas itu, saudara, nyusahin masyarakat," ucapnya.

Rizieq kemudian mengungkapkan bahwa dirinya telah menyampaikan persoalan tersebut kepada pemerintah. Ia mengatakan sudah mengirimkan pesan kepada presiden agar ormas yang dianggap meresahkan masyarakat ditindak.

"Saya sudah sampaikan di Jakarta. Saya sudah kirimkan pesan kepada Presiden. Semua ormas preman yang bikin susah masyarakat, yang mengganggu masyarakat. Bubarkan," tukas Rizieq.

Seruan tersebut disampaikannya ketika menyoroti dugaan tindakan kekerasan dan gangguan terhadap warga. Ia menekankan bahwa kedekatan sebuah organisasi dengan pejabat atau penguasa tidak boleh membuat kelompok tersebut merasa berada di atas hukum.

Rizieq juga mengkritik kelompok yang menurutnya merasa memiliki kedekatan khusus dengan Presiden. Ia mempertanyakan sikap tersebut karena banyak organisasi lain yang juga memiliki hubungan baik dengan pemerintah tetapi tidak menjadikannya alasan untuk bertindak semena-mena.

Ia menegaskan bahwa organisasi masyarakat harus tetap tunduk pada hukum, terlepas dari siapa yang dianggap memiliki hubungan atau kedekatan dengan kekuasaan.

Rizieq juga menyebut dirinya bersyukur setelah mendapat informasi mengenai markas sebuah kelompok yang disebutnya sebagai "markas besar preman" terbakar di Jakarta. Meski demikian, ia tak menyebut nama ormas terkait.

"Gak boleh, yang begini dibiarkan, gak boleh, saudara, makanya saya bersyukur semalam markas besar preman ini terbakar di Jakarta, saudara. Alhamdulillah," ungkapnya.

Baca Juga: Pakar: Ahok Mungkin Akan Menolak karena Masih Marah Sama Anies Soal Pidato Pelantikan Gubernur DKI

Meski tak menyebutkan nama, diketahui kebakaran dikabarkan terjadi di Kantor Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya pada Senin (31/8/2026). Api disebut mulai terlihat sekitar pukul 02.30 WIB. Ia kemudian membesar hingga membutuhkan penanganan petugas pemadam kebakaran.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar