Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Nadi Teknologi di Batu Hijau: Strategi AMMAN Merengkuh Logam yang Nyaris Sirna

Nadi Teknologi di Batu Hijau: Strategi AMMAN Merengkuh Logam yang Nyaris Sirna Kredit Foto: AMMAN

Menurut AMMAN, penerapan CPS-ORP meningkatkan recovery tembaga secara signifikan dan menurunkan konsumsi bahan kimia hingga 18,3 persen. 

Didit, anggota tim Metallurgy AMMAN dan putra daerah Sumbawa Barat, mengatakan inovasi tersebut lahir dari persoalan teknis yang ditemukan dalam aktivitas sehari-hari di fasilitas pengolahan.

“Di AMMAN, kami didorong untuk terus termotivasi menjadi lebih baik lagi dan tidak cepat puas. Budaya kerja yang sangat mendukung, seperti semangat kerja sama dan dukungan para pimpinan juga menjadi kunci untuk melahirkan inovasi ini,” kata Didit dalam artikel resmi AMMAN, Senin (25/5/2026).

Karya tim Metallurgy AMMAN mengenai CPS-ORP kemudian dipresentasikan pada MetPlant 2026 di Adelaide, Australia, dan meraih penghargaan Best Paper. Didit menyebut inovasi tersebut sebagai bukti bahwa kemampuan teknis dari daerah dapat menghasilkan karya yang mendapat pengakuan internasional.

“Perusahaan memberikan ruang luas bagi kami untuk terus berinovasi menciptakan sistem yang paling efektif. Bagi saya, ini adalah bukti bahwa semangat lokal dari Sumbawa Barat bisa menghasilkan karya teknis yang diakui secara global,” lanjut Didit.

Mengubah Data Operasi Menjadi Keputusan

Selain mengoptimalkan kondisi kimia dalam proses flotasi, AMMAN juga menggunakan kecerdasan buatan untuk membantu pengambilan keputusan di ruang kendali.

Perusahaan mengembangkan Artificial Intelligence Dashboard Automation (AIDA), sebuah sistem pendukung keputusan berbasis kecerdasan buatan yang memanfaatkan lebih dari 25 tahun data operasi, jutaan data historis, serta data real-time dari aktivitas pengolahan mineral.

Salah satu fitur AIDA, yaitu Set Point Optimizer, memberikan rekomendasi terhadap berbagai parameter proses, termasuk pengaturan dosis reagen dan laju aliran air.

Sistem tersebut tidak bekerja secara otomatis menggantikan operator. Rekomendasi yang dihasilkan tetap ditinjau oleh tim operasi dan metallurgy setiap empat jam sebelum penyesuaian parameter dilakukan.

Melalui pendekatan tersebut, teknologi berfungsi sebagai alat bantu untuk mempercepat analisis, sementara keputusan akhir tetap berada pada tenaga ahli yang memahami kondisi proses.

Vice President Corporate Communications AMMAN Kartika Octaviana mengatakan AIDA menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga konservasi sumber daya mineral.

“AIDA mencerminkan budaya AMMAN yang selalu terdorong untuk terus menjadi lebih baik. Melalui transformasi digital, kami tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memperkuat komitmen terhadap konservasi sumber daya mineral,” ujar Kartika dalam publikasi AMMAN, Rabu (8/7/2026).

Menurut AMMAN, kombinasi penyempurnaan proses dan optimasi berbasis AIDA meningkatkan mineral recovery sekitar 2,5 persen.

Baca Juga: Perahu Listrik Jadi Andalan Wisata dan Penggerak Ekonomi Warga Rammang-Rammang

Namun, peningkatan recovery tersebut tidak dapat disamakan dengan peningkatan produksi tahunan. Produksi tambang tetap dipengaruhi berbagai faktor lain, seperti kadar mineral (grade), volume bijih yang diolah, urutan penambangan, dan fase operasi tambang.

Kartika menegaskan bahwa keberhasilan teknologi bukan hanya bergantung pada sistem digital, tetapi juga pada kemampuan manusia dalam memanfaatkan informasi yang tersedia.

“Keberhasilan inisiatif ini bukan hanya terletak pada teknologinya, melainkan pada sinergi antara data, inovasi, dan keahlian tim kami. Ketika teknologi dan pengalaman manusia berjalan beriringan, kami mampu menghasilkan keputusan yang lebih baik dan menciptakan nilai yang lebih besar,” sambung Kartika.

Membaca Material Sebelum Masuk Penggilingan

Tahap berikutnya berada sebelum proses penggilingan. Pada titik ini, karakter material harus dipahami agar proses berjalan lebih stabil.

AMMAN menggunakan teknologi 3D Particle Size Measurement (3DPM) berbasis laser pada jalur conveyor sebelum SAG Mill. Teknologi tersebut membaca bentuk, ukuran, dan volume material secara real-time.

Tujuannya adalah mendeteksi lebih awal material berukuran ekstrem maupun benda asing yang berpotensi mengganggu proses penggilingan.

Dengan informasi tersebut, operator dapat mengetahui kondisi material sebelum masuk ke tahap berikutnya, sehingga risiko gangguan proses dapat dikurangi.

Victor dari tim Metallurgy AMMAN mengatakan penerapan teknologi tersebut berangkat dari kebutuhan nyata di lapangan.

“Implementasi teknologi 3DPM menunjukkan bagaimana inovasi dapat lahir dari kebutuhan nyata di lapangan. Kami tidak hanya mengadopsi teknologi baru, tetapi juga mengembangkannya agar sesuai dengan kondisi operasional kami,” kata Victor dalam artikel AMMAN, Senin (8/6/2026).

Mengambil Kembali Mineral dari Sisa Peleburan

Upaya mengejar nilai tidak berhenti setelah proses pengolahan bijih. Bahkan setelah peleburan, masih terdapat peluang untuk mengambil kembali mineral yang tertinggal.

AMMAN menggunakan slag concentrator untuk memulihkan kandungan tembaga dan emas dari discard slag, yaitu material sisa proses peleburan.

Mineral yang berhasil dipisahkan kemudian dikembalikan ke dalam rantai proses sehingga upaya recovery tidak berhenti pada pabrik pengolahan, tetapi berlanjut hingga tahap hilir.

Jika dirangkum, setiap teknologi memiliki perannya masing-masing:

  • Sensor ORP membaca perubahan kondisi kimia slurry.

  • AIDA mengolah data operasi menjadi rekomendasi keputusan.

  • Laser 3DPM memantau karakter material sebelum penggilingan.

  • Slag concentrator mengambil kembali mineral yang masih tersisa setelah peleburan.

Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa kehilangan nilai mineral tidak terjadi hanya pada satu titik, sehingga tidak dapat diselesaikan hanya dengan satu teknologi.

Ketika Konsentrat Menjadi Katoda

Setelah mineral berhasil dipulihkan melalui rangkaian proses pengolahan, tahap berikutnya adalah mengubah konsentrat menjadi produk bernilai tambah melalui fasilitas smelter AMMAN di Sumbawa Barat.

Smelter tersebut menggunakan Double Flash Smelting Technology, yang terdiri dari proses flash smelting furnace dan flash converting furnace. Teknologi ini digunakan untuk mengolah konsentrat menjadi katoda tembaga dengan tingkat kemurnian 99,99 persen.

Halaman:

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra