Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Akselerasi Ekonomi Daerah di Tengah Ketidakpastian Global
Kredit Foto: Azka Elfriza
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, menegaskan pentingnya memperkuat optimisme nasional di tengah ketidakpastian global melalui penguatan ekonomi daerah. Hal tersebut ditekankan dalam sambutan pada Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah (KNPED) 2026 bertema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Daerah melalui Sinergi Kebijakan Lintas Sektor” yang digelar di Balai Kartini, Senin (25/5/2026).
Menurut Friderica, tantangan ekonomi global yang terus berkembang tidak seharusnya melemahkan keyakinan terhadap prospek perekonomian Indonesia. Sebaliknya, kondisi tersebut menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa salah satu fondasi utama kekuatan ekonomi nasional berasal dari daerah.
Oleh karenanya ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah Indonesia. Dengan dukungan bersama terhadap pengembangan ekonomi daerah, diharapkan pertumbuhan ekonomi nasional dapat semakin kokoh dan berkelanjutan.
"Justru inilah saat untuk kita membuktikan bahwa kekuatan Indonesia salah satunya adalah dari kekuatan ekonomi di daerahnya. Mari kita cintai Indonesia dengan bersama-sama, bersinergi, berkolaborasi mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah yang nantinya kita harapkan akan menyokong pertumbuhan ekonomi nasional supaya Indonesia ke depan semakin maju dan semakin sejahtera," ungkap wanita yang akrab disapa Kiki tersebut.
Dalam sesi panel diskusi, Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Bima Arya Sugiarto, mengatakan Kemendagri mendorong sinkronisasi program pusat dan daerah melalui penguatan perencanaan pembangunan, integrasi data, hingga pembiayaan alternatif bagi pemerintah daerah. Bima mengatakan pemerintah pusat tidak ingin kebijakan diterapkan seragam tanpa melihat potensi lokal masing-masing daerah.
“Kami ditugaskan untuk keliling Indonesia memastikan program strategis nasional dikawal oleh kepala daerah. Sinkron juga dengan program di daerah,” ujarnya.
Kemendagri juga mendorong pemanfaatan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) serta meminta daerah memperkuat komoditas unggulan dan kolaborasi lintas OPD.
Baca Juga: OJK Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Sejalan dengan itu, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, mengatakan bahwa ia punya tiga program untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, yakni pembangunan infrastruktur, pengendalian inflasi melalui Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP), dan pengembangan program 100 ribu sultan muda.
“Di periode pertama kemarin kita konsen menyelesaikan interkoneksi antara daerah melalui pembangunan infrastruktur dengan memberikan stimulan kepada daerah-daerah kabupaten kota agar ini bersambung,” ujar Herman.
Melalui GSMP, pemerintah daerah mengajak rumah tangga menanam komoditas pangan untuk menjaga inflasi.
“Setiap rumah tangga kita perintahkan, kita instruksikan, kita ajak untuk menanam komoditas yang memengaruhi inflasi. Tapi yang paling mendasar, kita mengubah mindset dari konsumtif menjadi produktif,” katanya.
Selain itu, program 100 ribu sultan muda diarahkan mencetak wirausaha baru. Saat ini tercatat sekitar 9.800 peserta telah bergabung melalui kerja sama dengan OJK.
“Bayangkan kalau 9.800 ini bisa rekrut teman-temannya lima orang saja, berarti ada 50 ribu tenaga kerja baru, lebih kurang,” katanya.
Posisi Geografis dan SDA Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memanfaatkan posisi geografis dan sumber daya alam untuk memperkuat sektor pangan dan peternakan. Jawa Timur saat ini memproduksi sekitar 468 ribu ton susu segar per tahun dengan populasi 289 ribu sapi perah.
“Selain sapi perah kita berkontribusi hampir 60%. Kita juga peringkat pertama untuk jagung, padi, dan daging sapi,” ujar Emil.
Ia mengatakan pemerintah daerah memperkuat dukungan hingga tingkat desa, termasuk pembangunan fasilitas pendingin susu dan distribusi lebih dari 400 ribu vaksin PMK jelang Iduladha.
Strategi Bertahap Kejar Pertumbuhan Ekonomi
Di sisi lain, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyiapkan strategi bertahap berbasis infrastruktur dan swasembada pangan hingga 2029.
Baca Juga: Airlangga Sebut Pertumbuhan Ekonomi Daerah Jadi Kunci Capai Target Nasional 8%
Tercatat produksi pangan Jawa Tengah pada 2025 mencapai 9,7 juta ton atau menyumbang 15,6% kebutuhan pangan nasional dan ditargetkan naik menjadi 11 juta ton pada 2026.
“Provinsi tidak bisa berdiri sendiri. Maka yang kita lakukan adalah menggunakan collaborative government,” kata Ahmad Luthfi.
Menurutnya, kolaborasi dengan OJK, Bank Indonesia, kampus, media, serta pemerintah kabupaten dan kota diperlukan agar program pusat dapat diterjemahkan secara linier di daerah.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: