Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Faunaland Bayar Kontribusi Rp4,3 miliar dan Bagi Hasil 11 persen, Bagaimana Harga Tiket Bandung Zoo?

        Faunaland Bayar Kontribusi Rp4,3 miliar dan Bagi Hasil 11 persen, Bagaimana Harga Tiket Bandung Zoo? Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Faunaland resmi ditetapkan sebagai pengelola baru Bandung Zoo. Pergantian pengelola tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait kemungkinan kenaikan harga tiket masuk destinasi wisata edukasi satwa itu.

        Kekhawatiran publik muncul karena pengelola baru diwajibkan membayar kontribusi kepada Pemerintah Kota Bandung sebesar Rp4,3 miliar. Selain itu, terdapat skema bagi hasil sekitar 11 persen yang harus dipenuhi selama masa kerja sama.

        Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengaku belum mengetahui besaran tarif yang akan diberlakukan oleh pengelola baru. Meski demikian, ia memastikan Pemkot Bandung akan mengawal agar harga tiket tetap berada pada tingkat yang wajar.

        "Nah, itu saya belum tahu, karena lumayan itu. Tapi saya kira pemenangnya itu menyadari betul. Dia sudah punya data market, dia sudah tahu berapa harga yang paling wajar yang akan bisa dikenakan kepada para pengunjung. Kalau harganya nggak wajar juga kita akan memperjuangkan lah," kata Farhan, Jumat (12/6).

        Menurut Farhan, Faunaland diyakini telah melakukan perhitungan matang sebelum memenangkan proses seleksi pengelolaan Bandung Zoo, termasuk mempertimbangkan kemampuan pasar dan daya beli masyarakat.

        Ia juga menjelaskan bahwa skema pengelolaan Bandung Zoo berbeda dengan sejumlah kawasan konservasi lain, seperti Kebun Binatang Ragunan maupun Tahura Djuanda, yang dikelola langsung oleh pemerintah sehingga dapat menerapkan tarif masuk lebih terjangkau.

        "Karena kalau Ragunan itu di bawah dinas, itu sama dengan Tahura. Tahura itu di bawah Dinas Kehutanan. Nah, kalau Bandung kan nggak punya Dinas Kehutanan. Dan ini harus berada dalam kerangka atau skema kerja sama pemanfaatan," ujarnya.

        Farhan menegaskan, model kerja sama pemanfaatan yang diterapkan di Bandung Zoo membuat aspek bisnis turut menjadi pertimbangan dalam penentuan tarif.

        Baca Juga: Dedi Mulyadi Serahkan Bonus Rp1 Miliar untuk Persib Bandung, Ini Sumber Uang yang Dipakai

        Saat ini, Pemkot Bandung masih mematangkan detail perjanjian kerja sama dengan Faunaland. Proses tersebut meliputi penyusunan dan negosiasi Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebelum pengelolaan resmi berjalan penuh.

        "Bandung Zoo setelah dua hari penetapan, hari ini kita lagi menunggu selesainya konsep dan negosiasi PKS. Kemudian mudah-mudahan sebelum pukul 23.59 saya sudah tanda tangan dan sudah menerima pembayaran pertama," kata Farhan.

        Dengan proses negosiasi yang masih berlangsung, besaran harga tiket Bandung Zoo di bawah pengelolaan baru belum diputuskan. Namun, Pemkot Bandung memastikan akan ikut mengawal agar tarif yang ditetapkan tetap mempertimbangkan aksesibilitas masyarakat terhadap wisata edukasi satwa tersebut.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: