Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Tegang! Helikopter Militer AS Tembak Kapal Kargo Panama yang Coba Terobos Blokade Iran

        Tegang! Helikopter Militer AS Tembak Kapal Kargo Panama yang Coba Terobos Blokade Iran Kredit Foto: Reuters/Ann Wang
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Helikopter militer Amerika Serikat menembakkan rudal ke kapal kargo berbendera Panama yang mencoba menerobos blokade Washington terhadap pelabuhan Iran. Serangan tersebut membuat kapal M/V Vela Nova tidak dapat melanjutkan pelayaran menuju Iran.

        Komando Pusat AS atau CENTCOM menyebut kapal tersebut ditembak setelah awak sipil mengabaikan sejumlah peringatan. Insiden itu terjadi pada Selasa (11/8/2026) waktu setempat.

        "Setelah awak sipil kapal mengabaikan peringatan berulang kali dari pasukan Amerika," tulis CENTCOM melalui media sosial X, dikutip AFP, Rabu (12/8/2026).

        Militer AS menggunakan helikopter MH-60 Angkatan Laut untuk melumpuhkan kapal tersebut. Rudal ditembakkan ke bagian ruang mesin kapal.

        CENTCOM menyatakan M/V Vela Nova akhirnya tidak lagi dapat melanjutkan perjalanan menuju Iran. Kapal tersebut disebut telah mencoba melanggar blokade yang diberlakukan Amerika Serikat.

        Insiden ini menjadi kali ketiga AS menghentikan kapal secara paksa sejak blokade terhadap pelabuhan Iran diberlakukan kembali pada 14 Juli. Washington mengklaim telah mengalihkan 55 kapal yang berusaha menerobos blokade hingga Selasa (11/8).

        Pasukan Amerika Serikat juga telah menaiki dua kapal dalam operasi tersebut. Sebelumnya, AS menerapkan blokade terhadap pelabuhan Iran pada 13 April hingga 18 Juni.

        Dalam periode tersebut, CENTCOM mengklaim pasukannya melumpuhkan sembilan kapal. Militer AS juga mengalihkan lebih dari 140 kapal yang disebut mencoba menerobos blokade.

        Langkah Amerika Serikat tersebut semakin memperuncing ketegangan dengan Iran. Teheran menjadikan penghentian blokade pelabuhan sebagai salah satu syarat untuk membuka kembali Selat Hormuz.

        Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi pengiriman minyak dan gas dunia. Aktivitas pelayaran di kawasan tersebut merosot setelah Iran melakukan serangan terhadap sejumlah kapal.

        Iran juga mengajukan sejumlah tuntutan lain kepada Amerika Serikat. Teheran meminta Washington mencabut sanksi ekonomi, membebaskan aset Iran yang dibekukan, dan membayar kompensasi atas kerusakan akibat perang.

        "Pihak AS harus menghentikan dan memperbaiki tindakannya yang ilegal dan merusak," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei.

        Baghaei menegaskan pembukaan kembali Selat Hormuz bergantung pada terpenuhinya tuntutan Iran. Sikap tersebut berpotensi membuat ketegangan terkait jalur pelayaran strategis itu terus berlanjut.

        Baca Juga: Iran: Negara Timur Tengah Akhirnya Sadar, Jaminan Keamanan Amerika Serikat Tak Bisa Diandalkan

        Di tengah situasi tersebut, Presiden AS Donald Trump kembali mengklaim Washington telah menguasai Selat Hormuz. Trump menyampaikan klaim itu kepada wartawan pada Selasa (11/8).

        "Kita memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz saat ini. Mereka tidak memiliki kendali. Kita memiliki kendali penuh. Kita memilikinya," kata Trump.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: