Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Baru Saja Bikin Janji Soal Naiknya BBM, Eh Jokowi Sudah Jilat Ludah Sendiri

Baru Saja Bikin Janji Soal Naiknya BBM, Eh Jokowi Sudah Jilat Ludah Sendiri Kredit Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Anggota Komisi IV DPR RI, Slamet menilai Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah mengkhianati pernyataannya sendiri terkait dengan kenaikan Bahar Bakar Minyak (BBM).

Dirinya ingat betul akan ucapan orang nomor satu di tanah air tersebut beberapa bulan lalu yang mengatakan tidak akan menaikkan harga BBM hingga akhir tahun.

Baca Juga: Terancam Kalah dari Gugatan UE di WTO, Jokowi: Hilirisasi Jalan Terus

“Kita masih ingat betul rasa-rasanya baru beberapa bulan presiden Jokowi mengatakan bahwa BBM bersubsidi tidak akan naik sampai akhir tahun, saat merayakan hari kemerdekaan kita disuguhi tagline, pulih lebih cepat bangkit lebih kuat namun faktanya belum sebulan berselang presiden menjilat ludahnya sendiri dengan mencabut BBM bersubsidi,” ungkap Slamet di Jakarta, Senin 5 September 2022.

Anggota Fraksi PKS dari dapil Sukabumi ini menilai, strategi Pemeritahan Jokowi dalam menjaga stabilitas keuangan hanya dengan dua cara. Yaitu menaikkan harga BBM dan menambah utang luar negeri.

"Kalau boleh jujur melihat strategi pemerintahan Jokowi dalam menjaga stabilitas keuangan hanya dengan dua cara yaitu menambah utang dan menaikkan harga BBM, padahal berapa banyak pembangunan infrastruktur yang bisa ditunda pembangunannya seperti pembangunan IKN, kereta cepat serta masih banyak lagi kegiatan lain yang belum prioritas," ucapnya.

Baca Juga: Pemerintah Naikkan Harga BBM, Loyalis Jokowi Sampai Ikut Kasih Kritik: Rakyat Kecil Terkena Imbasnya!

Slamet menilai, pemerintah Jokowi sangat tidak peka dengan kondisi saat ini.

"Sudah tahu keadaan global sedang tidak stabil malah tetap fokus membangun IKN dan infrastruktur lainnya padahal uangnya bisa digunakan untuk menambal subsidi yang ada,” jelasnya.

Baca Juga: Pemerintah Naikkan Harga BBM, Loyalis Jokowi Sampai Ikut Kasih Kritik: Rakyat Kecil Terkena Imbasnya!

Terakhir, ketua umum Perhimpunan Petani Nelayan Seluruh Indonesia (PPNSI) ini meminta pemerintah untuk melihat lebih dekat kondisi masyarakat khususnya para petani dan nelayan.

Baca Juga: Dunia Hadapi Krisis Global, Pesan Jokowi Buat Para Ekonom Indonesia: Dibutuhkan Pemikiran yang Abu Nawas,yang Kancil-kancil Gitu

“Kenaikan BBM ini sudah pasti menaikkan semua biaya operasional kegiatan pertanian dan perikanan, mulai dari biaya logistik, biaya makan, biaya hidup dan lain lain, sementara harga jual hasil perikanan dan pertanian sangat fluktuatif sehingga kondisi ini akan menyeret petani dan nelayan kita ke dalam jurang kemiskinan,” ungkapnya.

Baca Juga: PAN Jateng Dukung Pencapresan Ganjar Pranowo, Pengamat: Bisa Dapat Tiket Capres KIB

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Fajar.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Fajar.co.id.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: