Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kolaborasi dengan Saab Shares, Singa Fintech Pacu Literasi dan Inklusi Keuangan Indonesia

Kolaborasi dengan Saab Shares, Singa Fintech Pacu Literasi dan Inklusi Keuangan Indonesia Kredit Foto: Singa Fintech
Warta Ekonomi, Jakarta -

Sebagai negara dengan jumlah penduduk sebanyak 276,99 juta jiwa atau terbesar ke-4 di Dunia menurut World Population Review, Indonesia masih cukup tertinggal dalam hal pendidikan. Hal ini bisa terlihat dengan data 4,3 juta anak dan remaja usia 7-18 tahun masih putus sekolah. Alhasil, kondisi tersebut berdampak signifikan pada indeks literasi dan inklusi di Indonesia.

Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan Tahun 2022, indeks literasi keuangan Indonesia masih berada di level 49,68 persen. Namun jumlah ini terus meningkat dari tahun 2013 sebesar 21,84 persen, naik menjadi 29,7 persen pada 2016, dan kembali naik menjadi 38,03 persen pada 2019. Begitu juga dengan indeks inklusi keuangan yang terus meningkat dari posisi 2013 sebesar 59,74 persen menjadi 85,1 persen pada 2022.

Baca Juga: Tingkatkan Literasi, OJK Ingatkan Masyarakat Jangan Beli Kucing Dalam Karung

Dari jumlah itu, literasi dan inklusi keuangan masih dikuasai industri perbankan sebesar 49,93 persen dan 74,03 persen. Namun pada periode 2022 ini, indeks literasi dan inklusi fintech menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dari posisi 2019, dari 0,34 persen dan 0,11 persen menjadi 10,9 persen dan 2,56 persen.

Atas dasar itu, Singa Fintech sebagai salah satu platform peer to peer (P2P) lending legal dan berizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Indonesia dibawah naungan PT. Abadi Sejahtera Finansindo secara aktif mendukung penuh program literasi dan inklusi keuangan OJK di Indonesia. Salah satu cara yang dilakukan adalah menggelar Corporate Social Responsibility (CSR) dengan tema “Better Lives, Better Education” yang berlangsung di Rumah Belajar Saab Shares Cabang Jakarta, pada 8 April 2023.

Melalu acara ini, Singa Fintech memberikan sosialisasi kepada para murid Rumah Belajar Saab Shares Cabang Jakarta. Saab Shares merupakan lembaga yang berdiri pada 5 Maret 2014 dan berfokus pada pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan wanita. Nama Saab Shares diambil dari penggalan nama depan pendirinya yakni Sabrina Bensawan dan ditambahkan kata “Shares” dengan tujuan dapat memberikan makna “Sabrina Berbagi” yang merupakan salah satu wujud rasa syukurnya kepada Tuhan.

Menurut Direktur Singa Fintech Reynard Tjahja Wiguna, kolaborasi dengan Saab Shares dilakukan melalui sosialisasi dan edukasi sejak dini agar para generasi penerus bangsa paham akan pentingnya literasi dan inklusi keuangan di negara berkembang seperti Indonesia. “Cara yang ditempuh untuk melakukan edukasi di antaranya dengan aktif melakukan program CSR sehingga selain mendukung program edukasi terhadap literasi dan inklusi keuangan OJK, Singa Fintech juga berkomitmen untuk membangun edukasi tersebut melalui program kemanusiaan sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat di Indonesia,” kata Direktur Singa Fintech Reynard Tjahja Wiguna.

Baca Juga: Industri Fintech Indonesia Punya Potensi Besar, Pemain Tumbuh 600% dalam Satu Dekade Terakhir

Direktur Singa Fintech Reynard Tjahja Wiguna berharap, dengan dijalankannya program edukasi dan CSR tersebut secara rutin dapat membantu layanan edukasi terhadap masyarakat Indonesia sejak dini dan memberikan dampak yang baik bagi pendidikan anak. Selain itu, kata Direktur Singa Fintech Reynard Tjahja Wiguna, kegiatan penyampaian informasi yang tepat terhadap industri teknologi finansial di Indonesia bisa menghasilkan talenta-talenta baru sebagai penyokong industri teknologi finansial di Indonesia di masa depan.

Singa Fintech berkomitmen untuk senantiasa membangun dan melanjutkan program CSR dan edukasi ini di masa yang akan datang sebagai bagian dari program tahunan yang wajib dilakukan. Hal ini juga sesuai dengan tagline Singa Fintech yakni “Live Better with Singa”.

“Besar harapan kami agar melalui program CSR dan edukasi literasi dan inklusi keuangan ini dapat membantu dan memberikan dampak yang positif bagi para penerima bantuan, pelajar, serta masyarakat Indonesia secara keseluruhan, terlebih lagi bagi Industri teknologi finansial di Indonesia yang sedang berkembang sangat pesat beberapa tahun belakangan,” tutup Direktur Singa Fintech Reynard Tjahja Wiguna.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: