Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IHSG Drop Sepakan, Ini Daftar Saham Penekannya

IHSG Drop Sepakan, Ini Daftar Saham Penekannya Kredit Foto: Uswah Hasanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,99% sepanjang periode perdagangan 30 Maret–2 April 2026 ke level 7.026,782, dengan tekanan utama berasal dari saham-saham berkapitalisasi besar di sektor perbankan dan energi. Penurunan indeks terjadi di tengah aksi jual investor asing serta pelemahan mayoritas sektor. 

Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan IHSG turun 70,275 poin dari posisi pekan sebelumnya 7.097,057. Level terendah indeks selama periode tersebut sempat menyentuh 6.945,502, mencerminkan tekanan yang cukup dalam di pasar. 

Tekanan terhadap IHSG terutama berasal dari sejumlah saham berkapitalisasi besar. Saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) menjadi pemberat utama dengan kontribusi negatif 26,78 poin terhadap IHSG, diikuti PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) sebesar 26,67 poin. 

Selain itu, saham perbankan juga turut menekan indeks. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menyumbang pelemahan 15,72 poin, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) sebesar 11,98 poin, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) sebesar 8,58 poin. Tekanan juga datang dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) yang berkontribusi negatif 6,51 poin. 

Di luar sektor perbankan dan energi, saham lain seperti PT Sinar Mas Multiartha Tbk. (SMMA), PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA), PT Bank Mega Tbk. (MEGA), serta PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) turut menjadi penekan indeks dengan kontribusi negatif masing-masing di bawah 8 poin. 

Pelemahan IHSG sejalan dengan aksi jual investor asing yang mencatatkan net sell sebesar Rp2,94 triliun selama sepekan. Nilai jual bersih asing ini menjadi salah satu faktor utama tekanan di pasar saham domestik. 

Dari sisi aktivitas perdagangan, rata-rata nilai transaksi harian turun signifikan 36,69% menjadi Rp14,77 triliun, sementara volume transaksi harian turun 8,62% menjadi 25,87 miliar saham. Penurunan likuiditas ini mengindikasikan pelemahan minat transaksi di pasar. 

Baca Juga: IHSG Sepekan Tertekan Sentimen Geopolitik, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp12.305 Triliun

Baca Juga: BEI-KSEI Ungkap 9 Saham yang Masuk Kategori Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi

Baca Juga: BEI Sebut Saham dengan Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi Bukan Berarti Langgar Aturan

Secara sektoral, mayoritas indeks sektoral berada di zona merah. Sektor keuangan turun 2,23%, sektor energi melemah 1,52%, dan sektor transportasi & logistik turun 3,57%. Adapun sektor yang masih menguat antara lain consumer cyclicals naik 6,58% dan industri naik 3,35%. 

Di sisi lain, pergerakan saham menunjukkan dominasi penurunan. Sebanyak 203 saham tercatat turun lebih dari 2%, sementara hanya 335 saham yang menguat lebih dari 2%. Hal ini mencerminkan tekanan yang meluas di pasar selama periode perdagangan tersebut.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement