Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Menurut Bahlil, kebijakan ini bukan sekadar merespons harga minyak dunia, melainkan upaya jangka panjang untuk mengoptimalkan sumber energi domestik.
Ia menekankan pentingnya kemandirian energi agar Indonesia tidak terus menerus mempengaruhi dinamika pasar global.
"Ini sudah menjadi kebijakan negara, ini survival mode."
"Supaya kita tidak tergantung pada global terhadap BBM kita, khususnya untuk solar," tuturnya.
Terkait kendala kapasitas pabrik pengolahan yang dinilai masih terbatas untuk memenuhi standar B-50, Bahlil memastikan pemerintah tengah melakukan langkah-langkah penyesuaian.
Meskipun belum ada banyak pabrik yang terlibat, ia mengeklaim solusi teknis sudah disiapkan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus