Netflix Cs Ancam Industri Film, Bappenas Khawatir Bioskop Kehilangan Penonton
Kredit Foto: Unsplash/Thibault Penin
Kementerian PPN/Bappenas menilai semakin pendeknya jarak waktu penayangan film dari bioskop ke platform over-the-top (OTT) berpotensi mengurangi minat masyarakat untuk menonton langsung di bioskop.
Perwakilan Kementerian PPN/Bappenas, Reza Adityan, mengatakan fenomena tersebut menjadi salah satu contoh pentingnya melihat industri OTT sebagai bagian dari ekosistem yang lebih luas, tidak hanya sebatas platform digital dan infrastruktur internet.
“Beberapa bulan lalu ada hal yang menarik. Film yang ditampilkan di bioskop itu jarak waktunya dengan yang ditampilkan di OTT hanya sebentar. Sehingga penonton itu malas datang ke bioskop karena menunggu saja di OTT,” kata Reza dalam diskusi mengenai tata kelola OTT di Indonesia, Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut dapat berdampak pada seluruh rantai industri perfilman, mulai dari kreator, rumah produksi (production house/PH), hingga pengelola bioskop. Karena itu, pemerintah menilai pengaturan terhadap platform OTT perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap ekosistem konten secara keseluruhan.
Baca Juga: Untung Besar di RI, DPR Gerah Google hingga Netflix Tak Bayar Pajak
Baca Juga: Google hingga Netflix Diusulkan Kena Pajak Khusus, Negara Bisa Raup Triliunan
Reza menjelaskan bahwa selama ini diskusi mengenai OTT kerap berfokus pada aspek infrastruktur dan perpajakan. Padahal, ekonomi digital juga mencakup sektor kreatif, kebudayaan, pendidikan, riset, media, hingga masyarakat sebagai konsumen dan kreator konten.
“Jadi menurut kami sekalian saja ekosistemnya dibuat luas saja,” ujarnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: