Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Trump Klaim Iran Beri Konsesi Besar ke Amerika Serikat: Kami Menang Banyak

Trump Klaim Iran Beri Konsesi Besar ke Amerika Serikat: Kami Menang Banyak Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa negaranya mendapatkan konsesi yang besar dari Iran. Hal tersebut menyusul perundingan antara Washington dan Teheran di Swiss.

Trump menegaskan bahwa posisinya saat ini berada dalam kondisi yang kuat setelah berbagai perkembangan diplomatik yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Ia menyebut perkembangan negosiasi tersebut berjalan sangat baik dan menguntungkan Amerika.

Baca Juga: SPBU Ogah-ogahan Turunkan Harga Bensin, Investigasi Akan Segera Dilakukan oleh Amerika

“Perang berjalan sangat baik dan seperti yang Anda tahu, kami menang dengan selisih yang sangat besar,” ujar Trump, dikutip Kamis (25/6).

Teheran juga menurutnya mulai menunjukkan sikap yang lebih terbuka dalam proses negosiasi. Salah satunya adalah konsesi besar ke Amerika. Meski demikian, ia tak merinci hal terkait.

“Iran memberikan konsesi yang sangat besar. Kita lihat saja nanti apa yang akan terjadi. Tapi ini sangat, sangat kuat. Semuanya berjalan sangat, sangat baik,” lanjutnya.

Pernyataan Trump muncul setelah putaran perundingan tingkat tinggi antara Amerika Serikat dan Iran di Swiss. Negosiasi tersebut menjadi bagian dari upaya kedua negara untuk mencapai kesepakatan permanen setelah ketegangan yang sempat memicu konflik militer dalam beberapa bulan terakhir.

Sebelumnya, Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance juga mengungkapkan optimisme terhadap hasil pembicaraan tersebut. Menurutnya, empat target utama berhasil mencapai kemajuan signifikan.

Target pertama adalah memastikan terbukanya Selat Hormuz. Vance menyebut telah terbentuk mekanisme untuk mencegah eskalasi konflik di kawasan strategis tersebut sehingga arus minyak dan gas dunia dapat terus berjalan.

Target kedua adalah menjaga keberlangsungan gencatan senjata di Timur Tengah. Amerika Serikat disebut telah membangun jalur komunikasi darurat dengan berbagai pihak yang berpotensi terlibat konflik guna mencegah pecahnya bentrokan baru.

Poin ketiga yang dinilai penting adalah adanya kesediaan membuka akses inspeksi bagi Badan Energi Atom Internasional (IAEA) ke Iran.

Sementara target keempat adalah membangun fondasi teknis untuk negosiasi lanjutan yang akan berlangsung dalam beberapa minggu ke depan.

Namun, Vance menegaskan bahwa kesepakatan final belum tercapai antara Washington dan Teheran.

“Ini baru fondasi. Kami belum membangun rumahnya. Tapi kami sudah berada di jalur yang tepat,” kata Vance.

Baca Juga: Prabowo Ingin Masyarakat Lihat Pemerintah Seperti Klub Sepak Bola: Selesai Tanding, Baru Dikoreksi

Pernyataan Trump dan Vance menunjukkan bahwa keduanya menilai posisi negosiasi saat ini semakin menguntungkan Washington. Namun, sejumlah isu krusial, termasuk program nuklir dan mekanisme pengawasan internasional, masih menjadi agenda utama yang harus diselesaikan sebelum kesepakatan permanen benar-benar terwujud dengan Iran.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar