Kredit Foto: Istimewa
Industri Otomotif China Masih Menghadapi Tantangan
Meski performa global BYD mulai membaik, kondisi industri otomotif di China masih belum sepenuhnya pulih. Persaingan harga yang semakin agresif membuat sejumlah produsen kendaraan listrik menghadapi tekanan, termasuk Leapmotor, Li Auto, dan Xiaomi.
Selain perang harga, berkurangnya berbagai insentif pembelian kendaraan listrik turut memengaruhi daya beli konsumen. Situasi tersebut diperparah oleh krisis sektor properti yang masih berlangsung dan berdampak terhadap tingkat kepercayaan masyarakat untuk berbelanja.
Di sisi lain, tingginya persediaan kendaraan di jaringan dealer juga menjadi tantangan tersendiri bagi para produsen otomotif di Negeri Tirai Bambu.
Baca Juga: Resmi Meluncur, BYD M6 DM Dilego Mulai Rp 298 Juta
Berdasarkan proyeksi terbaru China Passenger Car Association (CPCA), penjualan mobil di China diperkirakan turun hingga 11 persen sepanjang 2026. Angka tersebut jauh lebih dalam dibandingkan proyeksi sebelumnya yang hanya memperkirakan penurunan sekitar 1 persen.
Dengan kondisi pasar domestik yang masih lesu, ekspor diperkirakan akan tetap menjadi motor utama pertumbuhan BYD maupun produsen otomotif China lainnya dalam mempertahankan laju bisnis mereka di pasar global.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: