Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Ini Rekomendasi IATMI Percepat Peningkatan Produksi

Ini Rekomendasi IATMI Percepat Peningkatan Produksi Kredit Foto:

Rekomendasi juga menyoroti perlunya akselerasi proses persetujuan izin pengembangan lapangan migas, terutama bagi lapangan tua di Indonesia dan revisi terkait aturan dalam pedoman tata kerja .

“Imipian-impian ini semua tentunya perlu didukung oleh talenta-talenta yang baik. IATMI mendorong agar orkestrasi pengetahuan yang berkesinambungan dapat dilakukan dengan melibatkan diaspora migas Indonesia yang tersebar di seluruh dunia,” katanya. 

Henricus menambahkan perguruan tinggi juga perlu didorong agar dapat memperkaya kurikulum yang ada dengan topik-topik baru, seperti EOR, teknologi terkait pengembangan potensi panas bumi, teknologi carbon capture utilization and storage (ccus) dan juga hal terkait migas non konvensional. 

Pada IATMI International Virtual Conference 2021 pada April 2021 juga membahas topik mengenai transisi energi dimana kebutuhan energi di Indonesia terus meningkat di saat bersamaan Indonesia juga harus mencegah beragam isu lingkungan seperti mengurangi tingkat karbon. 

“IATMI memandang bahwa pemanfaatan gas alam akan menjadi transisi yang baik sebelum implementasi energi terbarukan yang lebih luas di tanah air,” ungkap Henricus.  

Pemanfaatan gas alam serta pembangunan infrastruktur dan kawasan-kawasan industri di lokasi yang berdekatan dengan sumber daya gas alam akan mengoptimalkan penggunaan gas alam dan menjadi satu pilar penting dalam menjaga ketahanan energi nasional.

Ngurah Beni Setiawan, Ketua Pelaksana IATMI Virtual Conference, mengatakan rekomendasi yang diberikan IATMI antara lain mengembangkan sumber daya dengan CO2 di lepas pantai pasti ada tantangan. Pengembangan East Natuna perlu didorong sebagai salah satu upaya dukung target produksi migas nasional pada 2030. 

“Blok East Natuna memiliki kandungan gas yang besar. Tantangannya, East Natuna miliki kandungan CO2 90 persen, Lokasinya terpencil.aspek geopolitik dan geoekonomi kawasan ini perlu menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan,” katanya.

Dukungan pemerintah juga sangat diperlukan untuk mengembangkan proyek raksasa seperti Blok East Natuna. Apalagi disaat bersamaan Indonesia ada tantangan untuk menurunkan emisi karbon. 

“Blok Natuna miliki kandungan gas cukup besar, namun juga mempunyai kandungan CO2 besar yang perlu dicari solusinya agar bisa dukung program penurunan emisi karbon,” katanya. 

Halaman:

Editor: Ferry Hidayat

Bagikan Artikel:

Video Pilihan