Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Belajar Soal Kelapa Sawit, Delegasi India Datang ke Sumatera Utara

Belajar Soal Kelapa Sawit, Delegasi India Datang ke Sumatera Utara Kredit Foto: InfoSAWIT
Warta Ekonomi, Jakarta -

Tiga orang delegasi dari India yang terdiri dari Lvenkatramreddy selaku Horticuture Daerah Bagian Langkawi, Akhir Kumar selaku utusan Pemerintah Daerah Telangana, dan M Succendec Reddy selaku pengurus Federasi Minyak Nabati Telengana tertarik untuk mempelajari pola pengembangan perkebunan kelapa sawit di Sumatera Utara.

Tidak hanya teknis perawatan kebun yang ingin mereka pelajari, tetapi juga terkait UU Nomor 39/2019 tentang Perkebunan.

Baca Juga: Dukung Program Flush Out Sawit, Kemenkeu Terbitkan 2 Regulasi, Apa Saja?

"Mereka juga ingin mempelajari Peraturan Gubernur Sumatera Utara Nomor 14/2020 tentang Rencana Aksi Provinsi Kelapa Sawit Berkelanjutan di Sumatera Utara. Selain itu, mereka juga ingin mempelajari tentang pelaksanaan Good Agriculture Practice [GAP] kelapa sawit dan serta program Peremajaan Sawit Rakyat [PSR] di Sumut," ujar Kepala Dinas Perkebunan Sumut, Lies Handayani Siregar, dilansir dari laman InfoSAWIT, pada Kamis (23/6/2022).

Dikatakan Lies, pihak delegasi India tersebut didampingi oleh Margaret J Tarigan dan Kus Haryanto dari Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBP2TP) Medan, serta Agustiman Purba dari PT Socfindo Sumatera Utara.

Baca Juga: Perkebunan Sawit Penyebab Tanah Tandus? No!

Sementara itu, yang mendampingi Lies Handayani yakni Indra Gunawan Girsang selaku Penyuluh Lingkungan, Dameria Risliwati Saragih selaku Pengawas Mutu Hasil Pertanian, Dewiana selaku Analis Pasar Hasil, dan Lismawati selaku Penyuluh Pertanian.

Lebih lanjut disampaikan Lies, dalam pertemuan tersebut, dibahas semua hal tentang pengembangan perkebunan kelapa sawit di Sumatera Utara, mulai dari perlunya pembinaan terhadap petani kelapa sawit guna menambah ilmu dan wawasan petani terutama terkait regulasi, pemilihan bibit, pola replanting, penggunaan pupuk, serta penetapan harga di kelompok tani yang bermitra dengan perusahaan perkebunan.

Baca Juga: Kurangi Emisi Karbon, BRI Bagikan 1,75 Juta Pohon Hingga 2023

Penulis: Ellisa Agri Elfadina
Editor: Ayu Almas

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: