Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Perusahaaan Elon Musk Jual 75% Bitcoinnya, Kas Tesla Bertambah US$936 Juta

Perusahaaan Elon Musk Jual 75% Bitcoinnya, Kas Tesla Bertambah US$936 Juta Kredit Foto: Reuters/Mike Blake
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menurut pengungkapan keuangan baru yang dirilis pada Rabu (20/7/2022), pembuat kendaraan listrik Tesla telah menjual sebagian besar kepemilikan Bitcoin (BTC) pada kuartal kedua.

"Pada akhir Q2, kami telah mengonversi sekitar 75% dari pembelian Bitcoin kami menjadi mata uang fiat," kata Tesla dalam laporan triwulanannya. "Konversi di Q2 menambahkan US$936 juta uang tunai ke neraca kami."

Menurut laporan keuangan, kepemilikan Bitcoin bersih Tesla relatif stabil selama tiga kuartal berturut-turut. Pada akhir Maret, Tesla memiliki aset digital senilai US$1,261 miliar di pembukuannya. Setelah likuidasi, perusahaan sekarang memiliki eksposur aset digital sebesar US$218 juta.

Baca Juga: Padahal Sudah Tinggal Deal, Ternyata Elon Musk Batal Akuisisi, Eh Twitter Jadi Mau Nuntut Balik!

Melansir dari laporan Cointelegraph, Kamis (21/7/2022), pembuat kendaraan listrik itu menjual sebagian dari cadangan BTC-nya pada Maret 2021, merealisasikan laba bersih sebesar US$128 juta. Pada saat itu, CEO Elon Musk menjelaskan bahwa penjualan, yang berjumlah 10% dari kepemilikan Tesla, adalah untuk membuktikan likuiditas Bitcoin sebagai alternatif untuk memegang uang tunai di neraca.

Hanya dua bulan sebelumnya, pada Januari, Tesla menjadi salah satu pemegang perusahaan Bitcoin terbesar setelah mengakuisisi BTC senilai US$1,5 miliar. Pembelian itu diungkapkan dalam pengajuan Februari dengan Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat.

Pada saat itu, Tesla juga memiliki rencana untuk menerima pembayaran BTC, tetapi rencana itu kemudian dibatalkan karena kekhawatiran tentang penggunaan energi Bitcoin.

Untuk kuartal kedua fiskalnya, Tesla melaporkan laba per saham yang disesuaikan sebesar US$2,27 dari pendapatan US$16,93 miliar. Margin kotor otomotif turun dibandingkan dengan kuartal pertama dan tahun lalu karena inflasi dan meningkatnya persaingan untuk komponen kendaraan listrik, seperti sel baterai.

Baca Juga: Hingga Oktober 2022, Volume Transaksi QRIS Bank Mandiri Tembus Rp 2,6 Triliun

Penulis: Nuzulia Nur Rahma
Editor: Rosmayanti

Advertisement

Bagikan Artikel: