Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Akselerasi Ekonomi Daerah di Tengah Ketidakpastian Global
Kredit Foto: Azka Elfriza
Melalui GSMP, pemerintah daerah mengajak rumah tangga menanam komoditas pangan untuk menjaga inflasi.
“Setiap rumah tangga kita perintahkan, kita instruksikan, kita ajak untuk menanam komoditas yang memengaruhi inflasi. Tapi yang paling mendasar, kita mengubah mindset dari konsumtif menjadi produktif,” katanya.
Selain itu, program 100 ribu sultan muda diarahkan mencetak wirausaha baru. Saat ini tercatat sekitar 9.800 peserta telah bergabung melalui kerja sama dengan OJK.
“Bayangkan kalau 9.800 ini bisa rekrut teman-temannya lima orang saja, berarti ada 50 ribu tenaga kerja baru, lebih kurang,” katanya.
Posisi Geografis dan SDA Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memanfaatkan posisi geografis dan sumber daya alam untuk memperkuat sektor pangan dan peternakan. Jawa Timur saat ini memproduksi sekitar 468 ribu ton susu segar per tahun dengan populasi 289 ribu sapi perah.
“Selain sapi perah kita berkontribusi hampir 60%. Kita juga peringkat pertama untuk jagung, padi, dan daging sapi,” ujar Emil.
Ia mengatakan pemerintah daerah memperkuat dukungan hingga tingkat desa, termasuk pembangunan fasilitas pendingin susu dan distribusi lebih dari 400 ribu vaksin PMK jelang Iduladha.
Strategi Bertahap Kejar Pertumbuhan Ekonomi
Di sisi lain, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyiapkan strategi bertahap berbasis infrastruktur dan swasembada pangan hingga 2029.
Baca Juga: Airlangga Sebut Pertumbuhan Ekonomi Daerah Jadi Kunci Capai Target Nasional 8%
Tercatat produksi pangan Jawa Tengah pada 2025 mencapai 9,7 juta ton atau menyumbang 15,6% kebutuhan pangan nasional dan ditargetkan naik menjadi 11 juta ton pada 2026.
“Provinsi tidak bisa berdiri sendiri. Maka yang kita lakukan adalah menggunakan collaborative government,” kata Ahmad Luthfi.
Menurutnya, kolaborasi dengan OJK, Bank Indonesia, kampus, media, serta pemerintah kabupaten dan kota diperlukan agar program pusat dapat diterjemahkan secara linier di daerah.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: