Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

'Kepentingan Kami Tak Sejalan,' Iran Kehilangan Sekutu di Timur Tengah Gegara Perang Melawan Amerika

'Kepentingan Kami Tak Sejalan,' Iran Kehilangan Sekutu di Timur Tengah Gegara Perang Melawan Amerika Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah Lebanon secara terbuka menegaskan bahwa kepentingan nasionalnya tidak sejalan dengan agenda Iran di kawasan, menandai salah satu pernyataan paling tegas dari Beirut terhadap sekutu utama Hizbullah tersebut.

Presiden Lebanon Joseph Aoun mengatakan negaranya memiliki prioritas sendiri yang berbeda dengan kepentingan Teheran, meskipun Iran terus mengaitkan konflik regional dengan situasi di Lebanon.

Baca Juga: 'Terkubur Dalam di Bawah Gunung,' Bahan Nuklir Iran Hanya Bisa Diambil Amerika dan China, Kata Trump

"Kepentingan kami tidak sejalan dengan kepentingan Anda," kata Aoun, dikutip Sabtu (6/6).

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa Beirut tidak ingin terseret lebih jauh dalam agenda geopolitik Iran yang tengah berhadapan dengan Amerika Serikat dan Israel.

Dalam beberapa hari terakhir, pejabat tinggi Iran berulang kali menyatakan bahwa penyelesaian konflik di kawasan harus mencakup Lebanon. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi bahkan mengatakan perang hanya akan berakhir jika situasi di Lebanon juga diselesaikan.

Selain itu, penasihat Pemimpin Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, menegaskan bahwa Lebanon harus menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap kesepakatan gencatan senjata di kawasan.

Namun bagi pemerintah Lebanon, pernyataan tersebut justru memperkuat kekhawatiran bahwa negaranya kembali ditempatkan dalam agenda politik yang lebih besar dari kepentingan nasionalnya sendiri.

Aoun menilai rakyat Lebanon telah terlalu lama menanggung konsekuensi konflik yang tidak sepenuhnya berkaitan dengan kebutuhan dan prioritas negara mereka.

Sikap itu juga muncul di tengah meningkatnya tekanan untuk menjaga stabilitas Lebanon setelah berbulan-bulan ketegangan antara Hizbullah dan Israel.

Di sisi lain, Iran tetap menunjukkan dukungan penuh kepada Hizbullah. Teheran menyebut kelompok tersebut sebagai sekutu strategis yang telah berkorban besar dalam konflik melawan Israel.

Baca Juga: 'Hingga Capai Kantor Pembunuh Khamenei,' Iran Mau Kembangkan Rudal yang Bisa Jangkau Amerika Serikat

Meski demikian, pernyataan Aoun memperlihatkan upaya pemerintah Lebanon untuk membedakan posisi negara dengan agenda Iran. Pesannya jelas: Lebanon ingin menentukan arah kebijakannya sendiri dan tidak ingin masa depannya bergantung pada pertarungan kepentingan antara Teheran dan Washington.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar