Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

NTP November Meningkat, Sawit Jadi Salah Satu Kontributor Terbesarnya

NTP November Meningkat, Sawit Jadi Salah Satu Kontributor Terbesarnya Kredit Foto: Antara/Akbar Tado
Warta Ekonomi, Jakarta -

Deputi Bidang Statistik dan Jasa, Badan Pusat Statistik (BPS), Setianto, mengungkapkan sebanyak 24 Provinsi di Indonesia mengalami kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) pada bulan November 2022.

Secara keseluruhan, kata Setianto, NTP di bulan November mengalami kenaikan 107,81 atau naik sebesar 0,50% apabila dibandingkan bulan Oktober 2002. Kenaikan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani naik sebesar 0,66% atau lebih tinggi dari kenaikan indeks harga yang dibayar petani yang hanya 0,15%.

Baca Juga: Harga Tandan Buah Segar Petani Sawit Naik Menjadi Rp2.805,29 per Kilogram

"Ada 24 provinsi yang mengalami kenaikan NTP dengan peningkatan tertingginya terjadi di Provinsi Riau yaitu sebesar 5,64%," ujar Setianto.

Menurut Setianto, peningkatan NTP tertinggi terjadi pada subsektor tanaman perkebunan rakyat yang naik sebesar 2,57%. Peningkatan terjadi karena indeks harga yang diterima mengalami kenaikan 2,60% dan disaat yang sama indeks harga yang dibayarkan petani atau IB mengalami kenaikan 0,03%.

"Komoditas yang dominan dalam kenaikan ini adalah kelapa sawit, kakao, coklat, biji kopi, tebu, dan Gambir," kata Setianto.

Lebih lanjut dikatakan Setianto, terkait dengan subsektor perkebunan, industri hasil perkebunan merupakan salah satu bagian dari industri agro yang pada Semester I – 2022 yang memiliki kinerja ekspor sebesar USD14,21 miliar atau 56,6% dari total ekspor industri agro yang mencapai USD25,12 Miliar.

Baca Juga: Sawit Jadi Salah Satu Komoditas Ekspor Andalan dalam I-EAEU FTA

"Komoditas industri hasil perkebunan Indonesia yang mainstream meliputi kelapa, kelapa sawit, kakao, kopi, teh, dan minyak atsiri. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya mengoptimalkan potensi komoditas perkebunan melalui hilirisasi industri yang mampu meningkatkan nilai tambahnya di dalam negeri," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, beberapa waktu lalu.

Komoditas kelapa sawit dan minyak goreng merupakan produk ekspor utama Indonesia, mengingat Indonesia merupakan negara produsen terbesar kelapa sawit. Komoditas kelapa sawit menjadi model hilirisasi industri yang mampu mendorong ekspor produk bernilai tambah hasil kegiatan usaha pengolahan di dalam negeri.

Baca Juga: Meriahkan Bulan Bahasa Bali V, Desa Dangin Puri Kangin Gelar Berbagai Lomba

Penulis: Ellisa Agri Elfadina
Editor: Ayu Almas

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: