Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Atasi Penumpukan Beras di Gudang Bulog, Pengamat IPB Tawarkan Skema Close Loop

Atasi Penumpukan Beras di Gudang Bulog, Pengamat IPB Tawarkan Skema Close Loop Kredit Foto: Antara/Iggoy el Fitra



Lebih lanjut, menurut Firdaus, skema Close Loop ini sudah diusulkan oleh peneliti IPB sejak 2021.

“Sebetulnya Bulog punya divisi Mitra Tani itu sehingga dari awal produksi beras itu bisa dipetakan dan itu kita sudah rekomendasikan di tahun 2021,” ungkap Firdaus.

Kendati demikian, Firdaus menyoroti kebijakan penyaluran beras oleh Perum Bulog yang selalu tersendat dikarenakan ketidakpastian pemetaan kualitas, yang diduga, tanpa skema Close Loop tersebut.

“Karena kalau beras ya memang harusnya sih setahun itu udah pasti keluar ya dari gudang gitu ya, tapi seringkali tadi karena memang supply-nya tidak dari awal dirancang sebagai Close Loop, ya bisa jadi kan nggak nggak ada juga gitu ya, sehingga yang lama masih tersimpan begitu,” katanya.

Diketahui sebelumnya, Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto dalam rapat dengar pendapat bersama Kementerian Pertanian pada 10 Juni 2026, menyebutkan sekitar 1,3 juta ton dari total 5 juta ton stok beras yang dikelola Bulog telah berusia lebih dari satu tahun. Untuk itu, Titiek bahkan mengatakan, sebaiknya stok CBP yang berusia lebih dari satu tahun, atau sudah berwarna putih tua, digunakan menjadi pakan ternak saja dibandingkan menjadi bantuan pangan karena tak layak konsumsi.

Di sisi lain, Titiek turut mengapresiasi pengelolaan stok di GKP Banjarbaru yang dinilai berjalan baik. Menurutnya, perputaran stok beras di gudang tersebut relatif cepat, dengan masa simpan paling lama sekitar empat bulan, sehingga beras dari petani dapat segera diproses dan kembali disalurkan ke pasar.

“Mudah-mudahan dengan adanya perbaikan dan penguatan gudang ini, kapasitas penyimpanan beras dapat semakin meningkat, dengan kualitas yang juga semakin baik,” tambah Titiek.

Hal tersebut diungkapkan Titiek saat meresmikan Gudang Komoditas Pangan (GKP) Perum BULOG kapasitas 3.500 ton di Kompleks Pergudangan Landasan Ulin, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Jumat lalu (3/7/2026). Peresmian ini menjadi bagian dari agenda Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI bersama Wakil Ketua dan Anggota Komisi IV DPR RI untuk meninjau kesiapan infrastruktur pangan di daerah.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Muhammad Farhan Shatry
Editor: Dwi Aditya Putra