- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Ketegangan Timur Tengah Bayangi Pasokan Energi, RI Dorong DME Pengganti LPG
Kredit Foto: Antara/Nova Wahyudi
"Soal apakah ini akan membawa gairah baru atau tidak, tergantung dari niatan para pelaku industrinya,” jelasnya.
Di sisi lain, sejumlah kalangan mengingatkan, proyek DME tetap menghadapi tantangan besar dari sisi keekonomian.
Ketua Komite Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas Bumi Nasional (Aspermigas) Moshe Rizal menilai, pengembangan DME perlu dihitung secara cermat, agar tidak kalah bersaing dengan LPG impor yang selama ini dipasok dari negara dengan biaya produksi gas lebih rendah.
“DME ini industrinya relatif masih baru, dan dari sisi keekonomian juga tidak murah."
"Karena itu feasibility study-nya harus benar-benar dicermati,” ungkapnya pada Warta Ekonomi.
Ia menilai, pemerintah perlu memastikan harga produksi DME dapat bersaing dengan LPG impor, agar proyek tersebut tidak justru menambah beban biaya energi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: